Memperbanyak Biakan Murni Jamur Merang


Pertanianku – Dalam banyak hal, kultur jaringan atau kultur spora akan memperlihatkan sifat yang sama dengan induknya. Akan tetapi, sering juga dilaporkan bahwa kultur jaringan jamur menghasilkan strain yang berbeda dengan strain induk. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian kemampuan berproduksi bagi setiap kultur biakan murni baru. Hal ini untuk mengetahui apakah biakan murni jamur tersebut tidak berbeda strain dengan strain induk sebelum biakan tersebut digunakan atau didepositokan.

Ruang Dalam Bank Miselium Untuk Biakan Jamur

Setelah dideteksi dan diuji untuk perbanyakan dan budi daya, biakan murni hasil isolasi sudah siap diperbanyak dalam tabungtabung reaksi dengan media PDA sebagai persediaan biakan murni, Biakan ini dapat langsung digunakan atau disimpan.

Biakan murni yang akan disimpan biasanya diberi minyak mineral untuk menghambat pertumbuhan sehingga tidak terjadi kemunduran sifat-sifat jamur. Caranya ialah biakan murni pada tabung reaksi dibiarkan tumbuh pada kondisi optimum selama seminggu. Kemudian tabung reaksi tersebut ditutup rapat dengan kertas parafin (atau gunakan tabung reaksi bertutup putar/screw test tube) dan atau tuangkan secara aseptik minyak mineral ke dalam biakan jamur tersebut. Selanjutnya simpan biakan dalam lemari pendingin biasa pada suhu 5—10° C. Dengan cara ini, biakan tetap dalam keadaan baik untuk waktu lama (2—3 tahun).

Biakan murni hasil isolasi pertama dari jamur disebut generasi F1 (berikan kode F1untuk biakan ini). Dari biakan F1 dapat dihasilkan beberapa botol pipih biakan F2, dan seterusnya. Dari satu tabung F1 dapat diproduksi beribu botol atau kantong plastik bibit. Biasanya dari satu botol F1 dapat dihasilkan sebanyak 20.000botol bibit. Bila mendapat biakan murni (juga disebut biakan inti) dari laboratorium atau bank miselium, jangan menggunakan biakan yang merupakan generasi di atas F7 atau F8. Setelah biakan generasi F7 atau F8, harus dilakukan isolasi kembali untuk mendapatkan biakan murni baru (F1) agar penurunan kualitas dan kuantitas produksi terhindarkan.

Baca Juga:  Daftar Jenis Sayuran Paling Menyehatkan

Setelah biakan murni disimpan cukup lama pada suhu rendah atau setelah beberapa kali reisolasi, mutasi atau kemunduran generasi dapat saja terjadi. Mutasi atau kemunduran generasi dapat dideteksi pada fase miselium. Sebagai contoh, bila pertumbuhan biakan tampak sangat lambat atau tertekan dibanding dengan pertumbuhan sebelum penyimpanan, hal ini berarti biakan murni tersebut tidak dapat digunakan lagi. Demikian halnya bila dalam satu media biakan tampak ada satu sektor pertumbuhan miselium yang abnormal. Namun, tidak selalu kemunduran generasi dapat dideteksi dalam fase miselium. Oleh karena itu, uji produksi harus selalu dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Dengan demikian, disarankan kepada pengusaha bibit untuk mempunyai kumbung guna menguji produktivitas bibit yang dihasilkan. Ke dalam biakan murni yang siap digunakan untuk membuat atau mempersiapkan bibit induk (master spawn) tidak perlu diberikan minyak mineral. Untuk menghasilkan bibit yang baik hendaknya selalu menggunakan biakan murni yang berumur satu minggu setelah tanam. Bila biakan murni telah diawetkan dengan minyak mineral dan atau disimpan dalam refrigerator maka pengaruh minyak mineral dan suhu rendah harus dihilangkan.

Minyak mineral harus dibuang dahulu kemudian diinkubasikan pada kondisi optimum untuk pertumbuhannya selama 24 jam. Setelah itu, biakan murni dapat digunakan.

Sumber: Buku Budidaya Jamur Merang