Memperkirakan Jumlah Populasi Walet


Pertanianku – Tujuan menghitung jumlah burung walet di sebuah gedung adalah untuk memperoleh data pelengkap berkaitan dengan rencana pembangunan gedung walet di lokasi tersebut. Perhitungan populasi walet tidak dilakukan pada semua gedung di lokasi tersebut. Hal ini dikarenakan adanya hambatan, seperti gedung yang dekat dengan lokasi tanah yang akan dibangun dikelilingi oleh pagar tembok yang tinggi sehingga sulit untuk melihat lubang masuk burung dan menghitung burung yang masuk ke lubang tersebut. Penghitungan hanya dilakukan pada gedung yang berdekatan dengan lokasi yang sudah dipilih dan mendapat prioritas untuk dihitung jumlah burungnya.

Perkiraan Jumlah Populasi Walet

Populasi jumlah burung walet dalam sebuah gedung dapat dihitung meskipun mengandung risiko kesalahan. Tingkat risiko kesalahan ini tergantung dari teknik menghitungnya. Ada beberapa teknik menghitung walet di sebuah gedung, yaitu dengan menghitung jumlah sarang, menghitung secara visual, dan menghitung dengan bantuan alat.

  1. Penghitungan jumlah sarang

Perhitungan populasi walet bisa dilakukan dengan menghitung jumlah sarangnya. Jika terdapat 100 sarang dalam gedung walet maka jumlah walet yang menghuni gedung tersebut sekitar 400 ekor walet. Asumsi perhitungan ini adalah 100 sarang dibangun oleh 100 pasang walet yang terdiri dari 100 walet betina dan 100 walet jantan. Dengan demikian, terdapat 200 ekor walet dewasa. Selain walet dewasa, terdapat walet muda yang belum bersarang di gedung itu. Perkiraan jumlah minimalnya adalah 50% dari jumlah burung, yaitu 200 ekor walet muda.

Dengan demikian, jumlah keseluruhannya sekitar 400 ekor walet. Jika gedung walet tersebut sudah berumur lebih dari lima tahun maka perhitungan itu harus mengikuti perkiraan terdapatnya burung walet tua yang sudah tidak produktif lagi atau sudah tidak bisa lagi membuat sarang. Jika dalam sebuah gedung terdapat 500 sarang walet maka perkiraan jumlah burung sekitar 2.000 ekor walet. Cara perhitungannya adalah jumlah walet dewasa 1.000 ekor, walet muda 500 ekor dan walet tua 500 ekor. Tingkat kesalahan penghitungan acak ini cukup besar, terutama memperkirakan jumlah walet muda dan walet tua. Teknik penghitungan ini biasanya hanya dilakukan oleh pemilik gedung atau pengelola yang memiliki wewenang masuk ke dalam gedung untuk menghitung sarang walet.

  1. Penghitungan secara visual
Baca Juga:  Cara Mengatasi dan Mengusir Lalat Pada Peternakan Sapi

Penghitungan populasi walet dengan cara ini dilakukan melalui penghitungan jumlah burung yang masuk ke dalam sebuah gedung pada sore hari dan diulang pada pagi hari. Alat bantu yang digunakan yaitu checker. Untuk meminimalkan risiko kesalahan, diperlukan 2—3 orang penghitung. Jumlah rata-rata hasil penghitungan tiga orang itu akan menghasilkan data jumlah walet yang menghuni gedung tersebut.

Cara ini memang tidak wajar jika dilakukan selain pemilik gedung. Penghitungan oleh pendatang baru atau calon investor yang akan membangun gedung di lokasi tersebut bisa mengundang kecurigaan karena akan terlihat sangat aneh dan tidak lazim. Namun, jika hal itu dikatakan terus terang kepada pemilik gedung atau penjaga, tentu bisa dimaklumi karena menghitung burung walet meskipun milik orang lain bukan suatu tindak pidana.

  1. Penghitungan dengan bantuan alat

Kesulitan menghitung jumlah burung walet yang masuk ke dalam gedung disebabkan oleh ukuran lubang pintu yang lebar. Ukuran pintu yang lebar ini menyebabkan burung yang masuk ke dalam gedung dapat mencapai 5 ekor sekaligus. Pada sore hari, puluhan burung masuk secara berebutan dengan kecepatan yang tinggi. Hal ini dilakukan oleh koloni walet agar dapat segera masuk ke sarang karena waktu mulai malam.

Akan lain ceritanya bila ukuran lubang masuk burung tersebut sekitar 15 cm x 50 cm. Walet akan masuk secara bergiliran satu per satu atau pada jam-jam terakhir jumlah walet yang masuk sekaligus maksimal tiga ekor karena ukuran pintu yang sempit. Pada ukuran pintu burung yang sempit, penghitungan jumlah walet yang keluar gedung lebih mudah dilakukan di pagi hari. Ini disebabkan koloni walet tidak terlalu dikejar waktu.

Dengan keadaan seperti ini, ketika akan menghitung walet, harus bangun pagipagi sebelum walet mulai keluar. Dengan demikian, burung yang keluar dari lubang tersebut pun secara satu per satu dan tidak terburu-buru. Alat bantu untuk menghitung jumlah walet yang keluarmasuk dari lubang walet secara praktis disebut ”hand tally counter”. Alat ini sudah tersedia di pasaran dengan harga sekitar Rp 25.000,00.

Baca Juga:  Ayam Terkontaminasi, Diam-diam Jadi Pembunuh

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Walet