Memprihatinkan, Harga Cabai Tingkat Petani Kembali Anjlok


Pertanianku – Beberapa bulan yang lalu, harga cabai melonjak di angka tertinggi, yakni mencapai Rp60.000 per kilogram (kg). Namun, pada musim kemarau seperti saat ini, harga cabai diprediksi anjlok. Bahkan, di sejumlah pasar tradisional di Purwokerto, cabai rawit dijual seharga Rp14.000 per kg hingga Rp16.000 per kg.

Foto: pixabay

”Sekarang harga cabai memang sedang murah. Pasokannya juga banyak, dan kualitasnya bagus-bagus,” terang Wati seorang pedagang sayur dan bumbu-bumbuan di Pasar Manis Purwokerto, seperti dilansir oleh Republika (25/9).

Ia menyebut bahwa harga yang murah seperti sekarang, memang biasa terjadi pada musim kemarau. Berbeda dengan kondisi musim penghujan, dimana harga cabai biasanya melonjak tinggi.

Sementara di tingkat pedagang sayur keliling, harga cabai agak lebih tinggi lagi. Sebungkus cabai rawit yang berbobot sekitar 0,5 ons, dijual seharga Rp 2.000. Dengan demikian, harga per kilogramnya mencapai sekitar Rp20.000.

“Kita kan juga harus dapat untung. Kalau tidak dapat untung, ya kita yang rugi,” ucap Asep, pedagang keliling di wilayah Kecamatan Patikraja.

Harga cabai yang relatif murah tersebut di pasaran, bisa dibayangkan berapa harga cabai yang dijual dari petani, pasti akan lebih rendah lagi.

Seperti di wilayah pertanian sentra penghasil sayur Desa Serang Kecamatan Karangreja, harga cabai rawit di tingkat petani hanya dihargai Rp6.000 hingga Rp8.000 per kg.

”Sudah sebulan ini, harganya terus merosot. Sebulan lalu, cabai hasil panen petani di sini masih laku Rp10.000 per kg. Namun sekarang sudah mencapai Rp 6.000 per kg. Kalau cabainya bagus dan besar-besar, masih laku Rp8.000 per kg,” ungkap Agus, warga desa tersebut.

Lebih lanjut Agus mengatakan, jika hasil panen cabai di hampir semua sentra pertanian juga tergolong berhasil. Tidak banyak hama jamur yang kerap menyerang tanaman cabai, sebagaimana pada musim penghujan.

Baca Juga:  Udang Windu Kembali Bangkit karena Phronima Suppa

Dengan harga Rp6.000 hingga Rp8.000 per kg, petani memang masih bisa mendapatkan untung. Tapi menurutnya, keuntungan yang diperoleh sudah sangat tipis.

”Kalau sudah sampai di bawah Rp5.000, kami jelas rugi. Kalau sudah sampai harga segitu, banyak petani yang akhirnya membiarkan cabainya membusuk di pohon,” tuturnya.

loading...
loading...