Memprihatinkan, Stok Garam di Karawang Kosong!

0

Pertanianku – Saat ini Indonesia mengalami kelangkaan garam. Beberapa daerah yang telah merasakannya adalah Karawang, Jawa Barat. Bahkan, stok garam di Karawang kosong. Kekosongan tersebut, terjadi sejak empat bulan terakhir sejak Desember 2016 lalu. Kosongnya stok garam ini, disebabkan anomali cuaca sepanjang tahun kemarin. Oleh karena itu, petambak tidak berbudidaya garam.

Salah seorang petambak garam asal Desa Ciparage Jaya, Kecamatan Tempuran, Darsono mengaku, saat ini tidak ada garam sama sekali. Untuk memenuhi kebutuhan lokal, masyarakat harus membeli garam dari Indramayu dan Cirebon.

Namun, garam yang dikirim dari kedua wilayah juga stoknya mulai menipis. Selain itu, harganya mahal, mencapai Rp2.000 per kg.

“Garam yang dibutuhkan masyarakat itu, untuk pengawetan ikan asin dan membuat pindang,” kata Darsono seperti melansir Republika (8/3).

Menurut Darsono, selama periode 2016 petambak garam di Tempuran dan wilayah lainnya di Karawang gagal tanam. Sebab, tahun kemarin curah hujan sangat tinggi. Padahal, biasanya musim kemarau itu mulai April. Bulan Mei, petambak mulai bebenah untuk budidaya garam.

Pada puncak musim panas sekitar Agustus—September, petambak sudah bisa memanen hasil budidayanya. Akan tetapi, selama tahun kemarin areal budidaya tambak berubah menjadi sawah. Sebab, suplai airnya sangat melimpah. “Karena kami tidak berbudidaya, maka tahun ini tidak ada stok,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kelompok Komunikasi Garam Rakyat (FK-Kugar) Kabupaten Karawang, Aep Suhardi, mengakui, saat ini sudah ada tiga gudang garam dengan kapasitas 1.000 ton. Tujuan dibangunnya gudang ini, untuk menyimpan garam petambak saat musim panas. Ketika, musim hujan atau stok garam di lapangan habis, garam di gudang ini bisa dilepas. Dengan harapan, petambak bisa merasakan harga bagus.

“Tetapi, gudang ini kosong melompong. Karena, selama 2016 petambak gagal tanam,” tambahnya.

Tahun ini, diharapkan musim panas bisa datang dengan normal. Dengan begitu, pada April—Mei mendatang, petambak bisa bersiap untuk segera berbudidaya. Lalu, pada Agustus—September sudah bisa panen.

loading...
loading...