Menanam Kacang Merah, Begini Caranya!


Pertanianku — Jika Anda memiliki lahan perkebunan yang luas, banyak pilihan budidaya tanaman yang bisa Anda pilih sebagai ladang penghasilan. Salah satunya, yaitu menanam kacang merah.

menanam kacang merah
Foto: Shutterstock

Kacang merah merupakan salah satu jenis polong-polongan yang banyak dikonsumsi masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Manfaat tanaman yang memiliki nama Latin Phaseolus vulgaris L. ini memang sangat berlimpah. Maka dari itu, kacang merah sering digunakan sebagai bahan pelengkap sayur atau dikonsumsi sebagai salah satu pelengkap menu salad.

Potensi bisnis budidaya kacang merah juga dapat dikatakan cukup menggiurkan. Permintaannya cenderung menanjak seiring meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat masyarakat modern. Para pembudidaya kacang merah mengaku, mereka kerap memasok kacang merah ke restoran dan hotel-hotel serta industri olahan makanan.

Perlu diketahui, kacang merah hanya bisa dibudidayakan di daerah dataran tinggi yang memiliki iklim sejuk dan daerah yang memiliki kandungan air cukup banyak. Jenis tanah yang cocok untuk tanaman kacang merah adalah andosol dan regosol karena mempunyai drainase yang baik. Sementara terkait panennya, kacang merah bisa dipanen tiga bulan sekali.

Cara budidaya kacang merah cukup mudah. Pada dasarnya kacang merah bisa tumbuh di medium manapun. Bahkan, jika Anda ingin menanamnya di pekarangan rumah juga bisa. Namun, jauh lebih maksimal lagi jika ditanam di daerah dataran tinggi.

Sebelum ditanam, bibit kacang merah harus dipilah, yakni yang tidak memiliki cacat dan warnanya agak mengkilap. Bibit tersebut direndam terlebih dahulu di dalam air selama 15 menit sebelum ditanam.

Selain itu, lahan tanam harus digemburkan terlebih dulu dan ditambahkan pupuk kandang sebagai nutrisi awal pertumbuhan bibit. Setiap 1 meter persegi lahan bisa menghabiskan 2 kilogram pupuk.

Baca Juga:  Kandungan Bahan Organik Jerami Padi yang Wajib Anda Tahu

Tanaman kacang merah harus dijaga kelembapannya dengan cara disiram secara berkala. Agar tumbuh subur, penyiraman harus rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari selama 60 hari hingga masa panen tiba.

Memasuki usia sebulan, pembudidaya harus mewaspadai serangan hama yang sering menyerang tanaman kacang, yakni ulat polong yang suka mengerat daun. Untuk itu, Anda harus mengantisipasinya. Ada baiknya Anda menyemprotkan fungisida tiga minggu setelah penyemaian.

Setelah berumur 2,5 bulan, Anda bisa segera memanen polong kacang merah yang Anda tanam. Perlu diketahui, apabila pemetikan terlambat, maka polong kacang merah akan berserat keras dan rasanya kurang enak sehingga tidak laku saat dijual. Selain itu, Anda juga perlu mengingat bahwa kacang merah di gudang penyimpanan hanya dapat bertahan selama 2—4 minggu.