Menanam Kangkung di Baskom Bisa Jadi Solusi Kesulitan Ekonomi


Pertanianku — Kangkung merupakan jenis sayuran yang populer di Indonesia. Kangkung hidroponik mempunyai kualitas yang lebih baik daripada kangkung yang ditanam di lahan dengan media tanam berupa tanah. Kualitas yang dikantongi oleh kangkung hidroponik juga tidak sembarangan. Nah, Anda bisa mencoba menanam kangkung dengan memanfaatkan baskom.

menanam kangkung
Foto: Google Image

Peralatan yang diperlukan tidak banyak dan tidak akan menguras isi dompet. Beberapa bahan yang akan digunakan juga sebatas benih dan pupuk. Benih kangkung bisa didapatkan di toko pertanian. Pupuk hidroponik seperti AB Mix hidroponik sayur yang juga bisa dibeli di toko-toko pertanian, lalu zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti Atonik yang nanti akan digunakan pada saat merendam benih.

Alat-alat yang diperlukan adalah besek plastik yang tampak seperti saringan dengan ukuran cukup besar. Baskom dengan diameter seperti besek plastik agar nantinya besek tidak mengapung di atas baskom.

Gunakan bibit kangkung unggul atau bibit kangkung idaman. Bibit kangkung idaman menyimpan beberapa kelebihan seperti pemanenan dengan cara dicabut atau dipotong, pertumbuhan tanaman tidak mudah disertai bunga, dan pertumbuhan serempak serta tidak merambat.

Ada dua cara menanam kangkung hidroponik, yakni dengan teknik semai benih atau teknik tanam langsung. Entah itu di dalam baskom, dengan paralon, dengan botol bekas, atau dengan metode bercocok tanam di lahan luas menggunakan bedengan tanah, semuanya bisa dengan teknik tersebut dan hasil yang diperoleh juga tidak berbeda.

Sebelum menyemai, kita harus memperlakukan benih untuk mengetahui mana benih yang layak pakai dan tidak. Caranya, sediakan wadah seperti baskom dan tuang air bersih, tuang benih ke dalam wadah berisi air, biarkan seharian. Keesokan harinya, akan terlihat benih yang mengapung dan tenggelam.

Baca Juga:  Risiko Hidroponik Tanpa Greenhouse

Buang benih kangkung yang mengapung karena tandanya benih tersebut tidak mampu berkecambah dan mengalami pertumbuhan yang lambat. Setelah mendapatkan benih yang benar-benar layak pakai sekaligus berkualitas, selanjutnya kita bisa memulai kegiatan semai benih.

Untuk semai benih, ambil kain dengan ketebalan cukup untuk menahan air. Bungkus benih yang telah direndam tadi dengan kain, lalu siram kain dengan air hangat seperlunya. Tujuannya, agar kain sekadar basah dan bisa menjaga kelembapan untuk mempercepat benih kangkung pecah menjadi kecambah.

Nutrisi yang dibutuhkan oleh kangkung juga tidak berbeda dengan nutrisi kebanyakan tanaman. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kita bisa membuat nutrisi hidroponik dengan menggunakan bahan-bahan organik dari sekitar. Atau, jika ingin praktis, bisa dengan meracik pupuk organik yang dibeli di toko pertanian.

Pindahkan semua benih yang sudah berkecambah ke dalam besek. Lapisi bagian bawah besek dengan busa filter akuarium ataupun tidak, tidak masalah. Budidaya kangkung hidroponik tidak menggunakan media tanam juga tidak masalah karena kangkung mempunyai akar tunggang yang akan menopang kangkung agar berdiri tegak.

Tahap perawatan ini mudah. Hanya perlu memerhatikan kebutuhan nutrisi kangkung dan jangan sampai membiarkan kangkung tidak mendapatkan nutrisi dari larutan di bawahnya.

Ketika tanaman sudah berumur 2 minggu, konsentrasi larutan akan bertambah. Perlu meningkatkan jumlah pupuk yang tadinya 5 ml per 1 liter menjadi 7—9 ml per liter. Ganti larutan nutrisi jika sudah berbau. Begitu seterusnya sampai memasuki masa panen.