Mendag Batalkan Izin Impor Bawang Putih, KPPU: Ini Bagus

Pertanianku — Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membatalkan pengeluaran izin impor bawang putih. Hal tersebut ditanggapi dengan baik oleh Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kurnia Toha. Menurutnya, keputusan tersebut sudah tepat sambil nanti diiringi dengan penyesuaian peraturan antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan).

izin impor bawang putih
Foto: Pixabay

“Mendag sudah ambil inisiatif (pembatalan izin impor), ini sudah bagus,” kata Kurnia, seperti dikutip dari Republika, Senin (8/4).

Sebelumnya di Karawang, Minggu (7/4) lalu, Mendag menyampaikan kepada wartawan belum berencana menerbitkan izin impor bawang putih. Alasannya, yaitu stok bawang putih di dalam negeri masih tersedia sebab pemerintah menginstruksikan importir untuk mengeluarkan stok yang dimiliki. Karena itu, pengeluaran izin impor dinilai belum mendesak.

Beberapa waktu lalu juga Kementan telah menggelar operasi pasar (OP) bawang merah dan bawang putih dengan masing-masing 90 ribu ton stok yang dikeluarkan. Stok tersebut berasal dari sejumlah importir yang masih memiliki ketersediaan stok sisa dari importasi bawang putih tahun lalu.

Sementara itu, terkait pelaksana importasi yang ada, Kurnia menilai Bulog sah-sah saja melakukan importasi asal diberi peraturan yang serupa dengan importir swasta. Peraturan yang dimaksud ialah kebijakan wajib tanam sebanyak lima persen dari total kuota impor yang ditentukan pemerintah.

Pada pertengahan Maret lalu, pemerintah menunjuk Bulog sebagai pelaksana importasi bawang putih sebesar 100 ribu ton dengan alokasi anggaran sebanyak Rp500 miliar guna menekan lonjakan harga komoditas tersebut di pasaran. Diketahui, harga bawang putih menyentuh level Rp40.000—Rp45.000 di pedagang akhir.

Mengacu data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga bawang putih berkisar Rp35.650—Rp53.350 per kilogram (kg). Sementara, rata-rata harga komoditas tersebut secara nasional berada di level Rp45.750 per kg.

Baca Juga:  Gilir Giling, Strategi untuk Antisipasi Kekeringan Sawah

Kebijakan importasi oleh Bulog tersebut menuai kritik dari sejumlah kalangan. Alasannya, yakni Bulog tidak diwajibkan tanam lima persen seperti yang dilakukan para importir bawang putih.

Loading...