Mendag Isyaratkan Impor Gula Bagi Industri Makanan dan Minuman


Pertanianku – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan akan memberi syarat bagi para pelaku industri makanan dan minuman (mamin) terkait impor gula kristal (rafinasi) dengan dua syarat yang harus dipenuhi, yakni lampiran kontrak impor dan faktur pajak.

Mendag Isyaratkan Impor Gula Bagi Industri Makanan dan Minuman

“Kedepannya, gula rafinasi untuk (industri) mamin kita kasih izin (impor) raw sugar. Pastikan ada, satu, kontrak (impor), dua ada faktur pajak dari tahun lalu. Dasar itu kita jadi tahu berapa sebetulnya kebutuhan (gula) untuk mamin,” ujar Mendag Enggartiasto Lukita, seperti dilansir Republika (30/9).

Enggartiasto mengatakan kedua syarat yang harus dipenuhi ini untuk menghindari adanya kebocoran gula impor yang membuat gula rafinasi masuk ke pasaran. Menurutnya pemberlakuan syarat akan membuat industri makanan dan minuman tidak melakukan permainan angka kebutuhan gula yang memungkinkan gula rafinasi beredar di pasar konsumen rumah tangga.

Melalui data kontrak impor dan faktur pajak ini, Kementerian Perdagangan dapat mengetahui jumlah kebutuhan gula industri mamin. “Dengan dimintakan itu saja, keinginan untuk membocorkan pasti sudah berkurang. Dengan begitu kita tahu neraca (perdagangan gula),” tutur Enggartiasto.

Adapun kewajiban syarat yang harus dipenuhi industri ini, kata Enggartiasto, tidak memerlukan adanya regulasi atau revisi peraturan yang sudah ada, yakni Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 117 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Gula. “Kita tinggal minta sini mana data kelengkapan administrasi, faktur pajak. Supaya jelas, kita minta kelengkapan data itu dulu agar kita punya basis datanya,” lanjut mendag.

Mendag juga mewajibkan agar gula rafinasi dijual dengan harga Rp12.500/kg untuk ditempel dan dicetak dalam kemasan.

Baca Juga:  Bawang Merah RI Surplus, Kementan Segera Ekspor Besar-besaran
loading...
loading...