Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor


Pertanianku — Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, mengkritik sikap sebagian masyarakat Indonesia yang punya status sosial merasa lebih baik bila sudah mengonsumsi produk dari luar negeri. Ia mencontohkan soal produk ikan olahan yang diimpor dari Jepang. Padahal, sebenarnya bahan mentah ikan tersebut berasal dari Indonesia.

ikan olahan
Google Image

“Jadi ikan-ikan kita itu sebetulnya dua kali mati, pertama saat ditangkap lalu diekspor ke Jepang, dan kemudian sewaktu diolah dan diekspor balik oleh Jepang ke Indonesia,” kata Mendag Enggar yang disambut tawa seratusan warga Indonesia yang berdiaspora di Jepang, dikutip dari detik.com, Rabu (29/11).

Mendag melanjutkan guyonannya dengan mengatakan karena tak punya paspor, ikan-ikan itu tak bisa ditanya sebenarnya negara asal mereka dari mana. Lagi-lagi guyonannya disambut gelak tawa hadirin.

Dirinya menyampaikan humor tersebut untuk merespons keluhan dan tuntutan seorang pengusaha Indonesia yang biasa mengekspor ikan tuna ke Jepang. Si pengusaha perempuan itu mengeluhkan soal masih tingginya tarif yang dikenakan. Akibatnya, Indonesia kalah bersaing dengan ikan Vietnam dan Thailand.

“Kami berharap sih ya bisa diturunkan sampai nol persen,” ujar Mendag Enggar.

Ia mengungkapkan, masalah perikanan dan pertanian merupakan dua isu yang akan dibicarakan dalam perundingan dengan pihak Jepang. Hanya saja, dia mengingatkan bahwa dalam setiap hubungan dagang mesti ada timbal balik.

“Tapi saya tentu akan bicarakan isu ini dengan Ibu Susi (Menteri Kelautan) apa yang mesti kita perjuangkan, dan hal-hal lain. Nanti kita perjuangkan saat bicara dengan Jepang,” tukasnya.

Acara dialog yang dipandu Duta Besar RI untuk Jepang, Arifin Tasrif, itu berlangsung di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Turut hadir dalam acara adalah Utusan Khusus Presiden Bidang Investasi Jepang Rachmat Gobel dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda.

Baca Juga:  Tim Ilmuwan AS–Indonesia Temukan Spesies Baru Bunga Rafflesia di Bengkulu
loading...
loading...