Mendag: Pedagang Harus Taati HET


Pertanianku – Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) yang harus diterapkan oleh seluruh pedagang beras. Untuk itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengimbau para stakeholder dan juga pelaku usaha beras untuk menaati ketentuan (HET) beras yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Menteri Enggar sendiri saat ini masih memberikan toleransi kepada para pedagang yang belum menerapkan, tapi ada batas waktu untuk penerapan ketentuan. Jika hingga batas waktu masih ada pedagang yang tak menaati, Mendag akan memberikan sanksi tegas.

Enggar mengaku saat ini masih memberikan toleransi pada pedagang yang masih menjual beras dengan harga di atas HET karena mereka berdalih beras yang masih ada saat ini merupakan stok lama. Meskipun demikian, tetap ada batas waktu untuk toleransi tersebut dan ketentuan HET beras harus segera ditaati.

“Masih ada toleransi, masa transisi dua minggu. Kita tidak akan keras, tapi saya sudah harus warning, Anda (pedagang beras) terapkan HET. Jika harganya masih terus naik, saya bersama dengan satgas akan periksa,” ucap Mendag, seperti diberitakan Republika.

Untuk itu, Mendag menyatakan, saat ini harga beras sudah mulai turun. Setidaknya untuk beras premium harganya masih cukup dan di beras medium tidak ada kenaikan. Sementara, untuk beras khusus, seperti misalnya organik dan beras ekspor, tidak diatur ketentuan harganya.

Enggar menegaskan, dalam penerapan HET beras, yang diutamakan adalah daya beli masyarakat. Dia tidak mau beras yang merupakan komoditas utama masyarakat itu justru menjadi komoditas politik.

“Kita tetapkan HET beras untuk kepentingan masyarakat. Petani tidak rugi, pedagang pun hanya berkurang keuntungannya, ” tutur Enggar.

Sementara itu, saat disinggung mengenai adanya keberatan dari sejumlah penggilingan beras, terutama di lumbung beras Kabupaten Indramayu, Enggar menyatakan, penggilingan kecil justru mendukung dan berterima kasih dengan adanya HET beras. Pasalnya, selama ini 40 persen penggilingan kecil tutup akibat harga yang terlalu tinggi.

Baca Juga:  Indonesia Krisis Petani, Bupati Luwu Utara Ajak Kaum Millenial Bertani Kakao

Kementerian Perdagangan telah menetapkan HET yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan No 57 tahun 2017. Aturan tersebut menyebutkan jika HET beras medium dan premium dibedakan berdasarkan wilayah. Untuk Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan, HET beras medium sebesar Rp9.450 per kg dan untuk beras premium sebesar Rp12.800 per kg.

loading...
loading...