Mendongkrak Kualitas Suara Cucakrawa


Pertanianku – Melihat kenyataan sekarang ini, dimana cukup langka cucakrawa yang dipelihara penggemarnya mempunyai suara kicauan dengan kategori baik. Hal itu dikarenakan sebagian besar penggemarnya kurang memahami apa yang semestinya dilakukan agar cucakrawa suaranya bisa lebih dibanggakan. Jadi, bukan hanya sekedar memiliki atau merasa bangga bisa membelinya.

Gangguan Kesehatan pada Cucakrawa

Pada dasarnya, cucakrawa yang kualitas suaranya kurang baik, masih dapat dibenahi. Akan tetapi, tidak semua bisa dibenahi dengan baik, karena sangat tergantung usia perawatan burung tersebut. Hal yang masih memungkinkan untuk dibenahi kualitas suaranya, jika masa rawatnya belum melebihi 3 tahun. Lebih dari itu kemungkinan suara kicauan cucakrawa bisa dibenahi relatif kecil.

Yang perlu dipahami saat akan melakukan pembenahan suaranya adalah penempatan sangkarnya sudah cukup memadai, baik, siang, dan malam hari.

Adapun langkah lain yang dapat dilakukan dalam mendongkrak mutu suara kicauan cucakrawa yang kurang baik menjadi lebih baik, sebagai berikut.

  1. Benahi lebih dahulu kondisi fisiknya

Salah satu sebab cucakrawa suara kicauannya kurang baik adalah lebih karena kondisi fisiknya tidak baik. Untuk itu, pembenahan kondisi fisik menjadi prioritas utama yang harus diupayakan.

Adapun yang dapat dilakukan dengan memberi makanan hidup (segar) dengan porsi lebih banyak dari biasanya. Pemberian kroto segar sedapat mungkin setiap hari. Begitu pula dengan jangkrik hidup sekali pemberian bisa 3—4 ekor, baik pagi, siang dan sore hari dengan selingan cacing yang telah dipotong-potong. Belalangdan orong-orong bisa dijadikan alternatif, jika jangkrik sulit didapat.

Makanan buatan (pelet) yang diberikan bila perlu dioplos lagi dengan telur dan madu, lalu dijemur sampai kering. Mandi dengan sangkar khusus bila perlu dilakukan lebih sering lagi dengan maksud merangsang suaranya menjadi lebih rajin dan lebih bening saat dikicaukan.

  1. Pengembunan
Baca Juga:  Hobi Ikan Koi Bisa Datangkan Omzet Puluhan Juta

Pengembunan yang dimaksudkan di sini adalah menempatkan di luar rumah cucakrawa yang kurang rajin atau berkicaunya masuk dalam kategori tidak baik. Penempatan dilakukan sejak sore hari atau setelah malam tiba. Sangkarnya tetap ditutup dengan kain penutup sangkar. Kain penutup dibuka keesokan harinya saat mau diberi makan atau akan dimandikan, lalu dijemur. Penempatan sangkar bisa di teras dan samping rumah atau di loteng. Yang paling utama diperhatikan, tempatnya tidak ada gangguan lingkungan yang bisa menganggu ketenangannya. Juga perlu diingat, tempatnya harus terang atau diberi penerangan lampu.

Pada awal cucakrawa diembunkan, biasanya belum ada perubahan suara menjelang pagi. Namun, setelah dia merasa tenang dan tidak ada gangguan, sekali waktu pastinya akan mengicaukan suaranya cukup keras. Hawa dingin sebagaimana di habitatnya akan memberikan rasa segar dan bisa mendorong cucakrawa berkicau semaunya dalam tempo tinggi dan lama. Nantinya tinggal bagaimana kita mensiasatinya lebih lanjut agar cucakrawa sesering mungkin berkicau dengan suara terbaiknya. Tanpa lagi menggunakan kain penutup sangkar. Pengembunan juga bisa dilakukan pada cucakrawa bakalan liar, anakan dengan syarat kondisinya sudah benar-benar sehat. Begitu pula pada cucakrawa yang telah rajin berkicau atau telah terlatih. Pengembunan yang dilakukan secara teratur dapat membuatnya lebih rajin berkicau, juga membeningkan suaranya.

Dengan kata lain, pengembunan bisa membuat cucakrawa bakalan cepat berkicau dan mendongkrak kualitas suara dari kurang baik menjadi lebih baik.

  1. Pertemukan dengan lawan jenisnya

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mendongkrak kualitas suara kicauan cucakrawa menjadi lebih baik. Salah satu caranya adalah dengan mempertemukan lawan jenisnya. Adapun mempertemukan cucakrawa dengan lawan jenisnya dimaksudkan untuk merangsangnya, sehingga mengeluarkan kicauannya dengan lantang. Di alam bebas saat musim kawin tiba akan terdengar cucakrawa berkicau bersahut-sahutan. Jadi itulah yang diharapkan pada saat mempertemukan dua cucakrawa berlaianan jenis. Maka dari itu perlakuan seperti ini hanya untuk cucakrawa yang sudah mengalami masa rawat lebih dari setahun. Oleh karena dalam usia tersebut sudah masuk masa produksi. Pada umumnya, burung berkicau lain juga melakukan hal yang sama untuk memacu jantannya melantunkan kicauan terbaiknya di arena kontes.

Baca Juga:  Hobi Ikan Koi Bisa Datangkan Omzet Puluhan Juta

Cucakrawa betina juga mampu berkicau dengan baik, bahkan bisa mengungguli suara jantannya dari segi kecepatan berkicau. Apabila yang kita miliki berkelamin betina, sudah tentu yang harus didekatkan cucakrawa jantan. Untuk itu, sangat dianjurkan dalam memelihara cucakrawa 2—3 ekor. Jika hanya seekor, suara kicauan cucakrawa sering bermasalah. Itulah yang kurang dipahami penggemar cucakrawa selama ini. Jika ada dua bisa saling memancing untuk kemudian saling melepas suaranya.

 

Sumber: Buku Agar Cucakrawa Rajin Berkicau

loading...
loading...