Menelisik Gizi dan Manfaat Buncis untuk Kesehatan

Pertanianku — Pasti Anda sudah tidak asing dengan buncis, salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman buncis dapat tumbuh di iklim sedang dan tumbuh baik di ketinggian 100—1.500 meter di atas permukaan laut. Selain lezat dan mudah didapatkan, manfaat buncis juga menarik perhatian banyak orang, buncis dapat Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

manfaat buncis
foto: pertanianku

Bagian buncis yang dapat dikonsumsi atau food edible sekitar 90 persen. Buncis mengandung energi sebesar 35 kalori, protein 2,4 gram, karbohidrat 7,7 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 65 mg, fosfor 44 mg, dan zat besi 1 mg.

Selain itu, buncis juga mengandung berbagai vitamin, mulai dari vitamin A, vitamin B1, hingga vitamin C. Itu sebabnya buncis dapat dikonsumsi sebagai makanan yang kaya vitamin dan protein. Berikut ini beberapa manfaat buncis bagi kesehatan tubuh seseorang yang mengonsumsinya.

Sistem pencernaan

Buncis mengandung serat yang dapat membantu sistem pencernaan dengan melindungi lapisan saluran pencernaan agar tidak rusak.

Menjaga kesehatan tulang

Buncis mengandung vitamin K yang tinggi. Kandungan vitamin tersebut dapat mempertahankan kepadatan tulang, mengurangi risiko patah tulang, dan dapat membantu menyembuhkan patah tulang.

Meningkatkan kesehatan jantung

Buncis mengandung banyak kalsium dan flavonoid yang dapat berfungsi melindungi jantung. Jumlah flavonoid yang tinggi dapat menghasilkan sifat antiinflamasi yang sangat besar, sifat tersebut berfungsi untuk mengatur aktivitas trombotik dalam sel dan mencegah pembekuan darah di arteri.

Menjaga kesehatan mata

Manfaat buncis lainnya yang pelu diketahui ialah menjaga kesehatan mata karena buncis kaya akan lutein dan Zeaxanthin yang dapat menjaga penglihatan ketika malam hari. Selain itu, vitamin A yang terkandung di dalamnya juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.

Baca Juga:  Penyebarluasan Informasi Iklim untuk Mendukung Budidaya Hortikultura

Sumber energi

Buncis mengandung zat besi yang lebih tinggi dibandingkan daun bayam, sekitar dua kali lipat. Zat besi tersebut merupakan komponen sel darah merah yang penting untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel di seluruh tubuh.