Menelusuri Jejak Berkibarnya Pleci


Pertanianku – Menelusuri jejak langkah pleci, sebelum namanya menggema di manamana seperti sekarang ini, ternyata berawal dari penggemar pinggiran kota dan daerah setingkat kecamatan. Ini tentunya tidak lepas dari penyelenggaraan kontes di daerah pinggiran yang digalang oleh para kicau mania di tempat mereka berkumpul. Dari awalnya sekadar tempat berkumpul dan latihan biasa, ternyata berlanjut latihan bersama. Akhirnya digelar kontes resmi dan dinilai para juri, meskipun jurinya tersebut masih belajar dan belum memahami benar aturan dan hal yang menjadi penilaian burung mungil ini.Hadiahnya pun sudah tersedia bagi yang meraih juara sampai tingkat tertentu.

Menelusuri Jejak Berkibarnya Pleci

Pertanyaan yang muncul, kenapa nama pleci akhirnya melejit lewat kontes di daerah pinggiran dan setingkat kecamatan? Mungkin faktor berikut yang menjadi menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut.

  1. Tingginya harga burung-burung unggulan kontes

Tidak bisa dipungkiri, jika saat ini harga burung unggulan dan siap dikonteskan semakin tidak terjangkau oleh sejumlah kalangan penggemar burung. Sementara itu, animo kicau mania untuk bisa terjun ke arena kontes membawa burungnya sendiri terbilang semakin banyak jumlahnya. Bahkan, semakin banyak penggemar burung yang baru atau pendatang baru (new comer) yang ingin menjadi bagian dari komunitas pencinta burung berkicau. Dengan kehadiran burung kacamata, para kicau mania dapat memiliki, bahkan bisa membawanya ke arena kontes karena harganya relatif lebih rendah dibandingkan dengan burung unggulan kontes lainnya.

2. Banyak ditemukan di berbagai daerah

Di alam bebas, baik di taman dan pinggiran kota atau di daerah pedesaan, terutama di ladang buah dan pinggiran hutan, sangat mudah menemukan keberadaan pleci. Hal ini lantaran burung ini memiliki aktivitas dalam keseharian yang cukup tinggi. Hidupnya berkelompok dan selalu menyuarakan kicauannya sambil mencari makan.

  1. Murahnya harga bakalan
Baca Juga:  Tips Rahasia Budidaya Murai Batu untuk Pemula

Di sejumlah daerah, harga bakalan burung pleci yang baru ditangkap di alam berkisar Rp10.000,00 per ekor. Jadi, jangan heran jika banyak penggemar yang memeliharanya sampai puluhan ekor. Tidak sedikit penggemar, apalagi para pleci mania, sudah memahami bahwa prospeknya sangat bagus. Tidak hanya penggemar, masyarakat awal pun ikut-ikutan memelihara pleci. Selain karena ingin mencoba, yang terpenting harganya murah dibandingkan dengan burung ocehan lainnya yang terlebih dahulu populer. Bagi mereka yang berkantong tipis dan tertarik memiliki dan memelihara burung ocehan, tak salah rasanya jika memilih pleci sebagai kleningan-nya.

  1. Perawatannya relatif mudah

Perawatan pleci relatif mudah. Ini mungkin yang membuatnya semakin diminati setelah namanya menjulang tinggi. Kalau sebatas ingin membuatnya bisa bertahan hidup, bisa memandangi perilakunya, dan sesekali ingin menikmati suara kicauannya, penggemar pun bisa melakukannya dengan perawatan sederhana. Misalnya cukup dengan memberi makanan tanpa perlakuan khusus. Bagi penggemar pemula tentu dengan memelihara pleci menjadi langkah awal yang baik jika ingin benar-benar menjadi kicau mania.

  1. Mudah dibuat berkicau

Hal lain yang membuat si kacamata semakin dilirik para kicau mania adalah bakalannya yang baru ditangkap dari alam bebas, begitu dipelihara dalam sangkar, rata-rata cepat berkicau. Kalau memahami benar perawatan yang baik dan benar, dalam hitungan minggu bisa rajin berkicau. Bahkan, dalam hitungan bulan sudah bisa dikonteskan. Dengan memilikinya, bisa mewujudkan impian untuk muncul di arena kontes. Hal seperti ini tidak akan terjadi pada burung unggulan kontes favorit lainnya, terkecuali burung kenari dan lovebird.

 

Sumber: Buku Burung Pleci