Menentukan Lokasi Usaha Budi Daya Nila Yang Tepat


Pertanianku – Secara umum, lokasi yang akan digunakan untuk membangun area perkolaman haruslah memenuhi beberapa kriteria. Kriteria-kriteria tersebut meliputi faktor teknis, faktor ekonomis, dan faktor sosial. Sebagian orang bahkan menambahkan kriteria estetik dalam menentukan lokasi kolam sehingga akan terbangun lokasi usaha pembesaran yang bernuansa indah. Perpaduan ini tentu saja akan berdampak positif bagi pemilik usaha, baik untuk tujuan sebagai area lokasi hunian maupun untuk tujuan usaha lainnya.

Menentukan Lokasi Usaha Budi Daya Nila

Adapun syarat teknis yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan usaha pembesaran ikan nila adalah jenis tanah dan air (sumber, kualitas, dan kuantitas air). Lokasi yang akan dibangun kolam sebaiknya dekat dengan sumber air, terutama saluran air dengan debit yang tinggi. Dengan demikian, air dalam satu kolam dapat tergantikan secara total setiap 1—3 jam sekali. Selain itu, sumber air yang digunakan tidak tercemar limbah seperti limbah pertanian, limbah rumah tangga, maupun limbah industri. Lokasi kolam sebaiknya memiliki topografi dengan tingkat kemiringan antara saluran pemasukan dan pengeluaran sebesar minimal 1%.

Secara kebijakan, lokasi yang terpilih sebagai lokasi kolam sebaiknyasesuai dengan rencana umum tata ruang perikanan (RUTR perikanan) yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Tujuannya tentu saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Selain itu, hal tersebut berkaitan dengan pengembangan daerah tersebut yang tentunya akan sangat mengganggu kegiatan usaha budi daya nila.

Persyaratan lain untuk membangun unit pembesaran nila sebenarnya hampir sama dengan unit pembesaran ikan-ikan air tawar lainnya. Persyaratan tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. i) Topografi lokasi
  2. ii) Ketinggian di atas permukaan air laut

iii) Tipe tanah

  1. iv) Kestabilan tanah terhadap gejala alam (geologi)
  2. v) Kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air
Baca Juga:  Jenis-jenis Ikan Patin, Ikan Berdaging Lezat dan Gurih

Data tentang topografi tanah (slope) tidak hanya menandakan tinggi rendahnya suatu area, tetapi juga cara yang memungkinkan untuk membangun konstruksi bangunan kolam di atas tanah tersebut. Data topografi yang umumnya tersaji dalam peta juga memuat beberapa informasi tentang sungai, jalan, jembatan, bangunan-bangunan, serta informasi lain yang bermanfaat untuk pembangunan kolam.

 

Sumber: Buku Pembesaran Nila 2,5 Bulan

 

loading...
loading...