Mengatasi Cacingan dengan Kluwak

Pertanianku — Kluwak sering digunakan untuk memasak rawon, makanan khas Jawa Timur. Tanaman inilah yang menyebabkan kuah rawon berwarna hitam pekat. Ternyata, selain digunakan sebagai bumbu masakan, kluwak juga bisa mengatasi cacingan.

mengatasi cacingan
foto: Oleh Midori – Karya sendiri, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=2090428

Cacing merupakan parasit yang sering menyerang anak-anak di negara berkembang. Hal ini karena higienitas sistem sanitasi masih terbilang rendah, terutama di kawasan padat penduduk.

Jenis cacing yang bisa menginfeksi manusia adalah cacing kremi yang rentan menempel di kuku atau sela-sela tangan, cacing gelang yang masuk melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi telur cacing, cacing pita yang menempel pada dinding usus, dan cacing tambang yang masuk ke tubuh melalui pori-pori di kulit kaki.

Parasit cacing harus segera diatasi agar pertumbuhan anak tidak terhambat. Anak-anak yang terinfeksi cacingan umumnya mengalami penurunan berat badan, perut membuncit, kehilangan nafsu makan, lemas, demam, kulit terlihat pucat, mata sayu, penurunan kecerdasan, bagian anus terasa gatal, feses mengandung darah atau cacing, dan demam.

Bagian tanaman kluwak yang digunakan untuk mengatasi cacingan adalah daun kluwak karena mengandung cyanogenic glycoside. Gunakan 10 lembar daun kluwak yang masih segar dan tumbuk hingga halus. Selanjutnya, teteskan air dari tumbukan daun kluwak ke bagian dubur yang terkena cacing kremi atau balurkan pada bagian yang terasa sakit.

Selain daun kluwak, bagian kulit batang tanaman juga digunakan untuk pengobatan karena sama-sama mengandung cyanogenis glycoside.

Kluwak merupakan tanaman vegetasi yang berasal dari Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, seperti kayu batang yang digunakan sebagai bahan baku korek api, daunnya sebagai obat cacing, dan bijinya digunakan sebagai antiseptik. Di dalam biji kluwak mengandung asam sianida, asam hidnokarpat, asam kahulmograt, asam glorat, tannin, dan betakaroten.

Baca Juga:  Khasiat Kayu Sintok sebagai Obat Herbal

Sebenarnya, biji kluwak beracun ketika dimakan secara langsung. Biji kluwak akan aman dikonsumsi kalau sudah direbus dan direndam terlebih dahulu. Kandungan racun asam sianida dalam kluwak terbilang tinggi sehingga dapat menyebabkan seseorang yang memakannya menjadi pusing dan mabuk.