Mengatasi Serangan Ulat pada Tanaman Cabai

Pertanianku — Ulat termasuk hama yang sering menyerang tanaman sayuran, apalagi tanaman cabai yang berada di dataran rendah. Hama ulat yang sering menyerang daun-daun cabai hingga hanya menyisakan tulang adalah ulat Spodoptera, sedangkan ulat Helicoverpa sp. dan Spodoptera exigua menyerang bagian buah sehingga menyebabkan buah berlubang. Kedua ulat tersebut menyerang buah yang masih hijau ataupun sudah merah.

hama ulat
foto: Pertanianku

Hama ulat biasanya menyerang pada malam hari, pasalnya ulat-ulat tersebut akan bersembunyi di dalam tanah di sekitar perakaran cabai di siang hari. Hama ulat bisa dikendalikan secara terpadu dengan langkah-langkah berikut ini.

  1. Mekanis. Pengendalian dengan cara ulat dipunguti pada malam hari secara menyeluruh.
  2. Kultur teknis. Pengendalian dengan cara pengolahan tanah secara sempurna. Dalam proses pembuatan, bedengan harus cukup lama dibolik-balik dan dikeringkan agar sisa-sisa ulat atau pupa benar-benar mati.
  3. Pemasangan perangkap imago hama. Imago ulat dapat ditangkap dengan cara dipasangkan perangkap berupa sex ferromone ugratas di areal yang terserang. Ugratas berbentuk seperti sonar plastik kecil berwarna merah. Ujung-ujungnya dipotong, kemudian digantungkan di dalam botol bekas air mineral yang telah diberi lubang. Lubang dibuat menggunakan pisau hingga membentuk huruf “X”. Keempat sisi lubang ini dilipat ke dalam agar imago yang masuk ke botol akan sulit untuk keluar lagi. Ugratas yang telah dipotong akan memancarkan aroma birahi dari imago betina sehingga imago jantan akan berusaha mendatanginya. Setelah terperangkap, populasi imago jantan akan menurun sehingga imago betina tidak terkawini. Akibatnya, populasi ulat akan menurun drastis.
  4. Sanitasi lingkungan. Gulma yang ada di parit ataupun di bedengan atau di lubang tanam harus dibersihkan.
  5. Penyemprotan insektisida. Insektisida hanya dapat mengendalikan ulat pada fase (instar) awal. Bila telah memasuki instar akhir (3–4), ulat akan sulit dikendalikan. Penyemprotan beberapa saat setelah telur menetas sangat membantu menurunkan populasi ulat. Oleh karena itu, lakukan penyemprotan pada malam hari. Insektisida yang dapat digunakan sangat bervariasi, antara lain Decis (1 ml/l air), Atabron (1 ml/l air), dan Prevathon (1 ml/l air). Jika serangan sangat tinggi, campur Decis (1 ml/l air) dan Prevathon (1 ml/l air). Insektisida tersebut perlu ditambahkan sedikit perekat seperti Agristick 0,25 ml/l air.
Baca Juga:  Jenis Pisang yang Laku di Pasaran