Mengejutkan, Ribuan Ikan Sarden Terdampar


Pertanianku – Matinya beberapa ton ikan di Queule River Estuary, Chile, pada awal bulan ini telah merepotkan para nelayan dan warga sekitar tempat kejadian.

Mengejutkan, Ribuan Ikan Sarden Terdampar

Menurut pernyataan di laman Dinas Perikanan dan Budidaya Air Nasional (SERNAPESCA), seluruhan wilayah yang terkena dampak dari matinya ribuan ikan sarden telah dinyatakan sebagai daerah bahaya bagi kesehatan manusia. Bangkai-bangkai ikan sarden itu juga dilarang untuk dikonsumsi.

terdapat 7 daerah utama yang terkena dampak, termasuk Playa de Los Pinos sebagai lokasi yang paling parah. Kabar ini muncul di tengah-tengah kesulitan wilayah itu yang sedang berjuang  mempertahankan tangkapan ikan.

Ikan sarden dan teri telah dilarang ditangkap di Chile karena penyusutan jumlahnya. SERNAPESCA memperkirakan ada ratusan ton ikan mati. Seorang nelayan bernama Hernan Machua mengatakan bahwa sekitar 1000 ton bangkai sarden telah diserok dari air dan masih ada ribuan ton lagi yang masih mengambang. Ia menambahkan bahwa bantuan pemerintah sangat diperlukan untuk pembersihan. Hingga kini, masih belum jelas apa yang terjadi pada ikan sarden itu dan dari mana mereka berasal. Belum jelas juga apakah ikan-ikan jenis lain juga ikut terkena dampaknya.

Populasi ikan sarden memang kerap mengalami fluktuasi karena beberapa sebab. Salah satunya adalah lemas (hypoxia). Hal ini merupakan akibat dari meningkatnya produksi primer di badan air yang mengarah kepada penurunan kadar oksigen sehingga menyesakkan organisme laut. Ternyata ini bukan pertama kalinya Chile mengalami matinya ikan terkait hipoksia.

Pada bulan lalu, industri salmon di Chile terganggu karena merebaknya ganggang berbahaya (harmful algal bloom, HAB) menyebabkan kematian massal. Proses eutrofikasi penyuburan ganggang baik secara alamiah ataupun sintetik meningkatkan HAB yang berujung kepada hipoksia. Ikan sarden tidak termasuk dalam daftar spesies terancam punah.

Baca Juga:  Luar Biasa! Ekspor Kopi Indonesia ke Korsel Meningkat Hingga 53 Persen

Sementara itu, warga Queulue merasa kecewa dengan pihak yang berwenang karena sangat lambat menangani pembersihan. Muncul juga kekhawatiran tentang kesehatan, karena ikan-ikan yang membusuk semakin memenuhi garis pantai.

loading...
loading...