Mengenal Adenium, Mawar Padang Pasir


Pertanianku — Sudahkah Anda mengenal adenium? Tanaman adenium ini termasuk jenis sukulen atau tanaman yang menyimpan cadangan air di salah satu bagian tanaman. Pasalnya, tanaman ini berasal dari gurun pasir kering dan panas.

mengenal adenium
Foto: Pixabay

Adenium berasal dari gurun pasir di Afrika dan Jazirah Arab seperti Senegal, Sudan, Kenya, Tanzania, Mozambik, Namibia, Oman, Yaman, dan Saudi Arabia.

Tanaman hias ini bisa bertahan hidup pada cuaca panas dan kering dengan cadangan air yang didapatkannya dari embun pagi. Adenium menyimpan cadangan airnya di bagian pangkal batang sehingga membuatnya seolah-olah memiliki bonggol.

Di tempat asalnya yang panas dan tandus, adenium liar bisa tumbuh hingga 3 meter, bahkan lebih. Bonggol dan batangnya menggembung sebagai tempat cadangan air dengan ukuran ranting dan dedaunan yang lebih kecil dan terlihat tidak seimbang. Adenium liar usianya bisa mencapai puluhan bahkan lebih dari ratusan tahun.

Ketika mekar, kuntum bunga adenium memperlihatkan keindahannya dengan warna merah menyala yang mengingatkan orang akan kecantikan bunga mawar. Oleh sebab itu, adenium mendapat julukan internasional sebagai mawar gurun atau desert rose.

Tanaman adenium tak asing lagi bagi penghobinya. Namun bagi masyarakat awam, beberapa tahun lalu mereka menyebutnya dengan kamboja jepang. Padahal, istilah “kamboja jepang” sama sekali tidak cocok untuk adenium. Pasalnya, adenium tidak termasuk jenis kamboja dan dan juga tidak berasal dari Jepang.

Hal itu bermula dari anggapan masyarakat yang melihat batang adenium bergetah seperti pohon kamboja dan bunganya pun mendekati bentuk dari bunga kamboja.

Sebenarnya, adenium dan kamboja merupakan dua jenis tanaman yang berbeda karena meskipun sama-sama dari famili Apocynaceae, kedua memiliki perbedaan yang signifikan. Berdasarkan klasifikasi Adenium, nama ilmiahnya, yakni Adenium sp., sedangkan kamboja nama ilmiahnya Plumeria sp.

Karena banyak yang hobi dengan tanaman ini, maka belajar membudidayakan adenium akan sangat bagus untuk untuk tujuan komersial. Sebab, prospeknya cukup menjanjikan dan harga dari tanaman hias ini pun bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Baca Juga:  Jenis Aglaonema yang Punya Nilai Tinggi