Mengenal Ayam Buras Lebih Jelas

Pertanianku — Ada dua jenis ayam yang biasa dikenal oleh masyarakat, yaitu ayam ras dan ayam buras. Banyak orang yang mengatakan bahwa ayam kampung identik dengan ayam buras. Sebetulnya, ayam kampung memang termasuk ke dalamnya, tetapi pengertian ayam ini tidak sesempit itu saja.

ayam buras
foto: Pertanianku

Pada dasarnya ayam buras adalah ayam lokal Indonesia yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Ayam ini memiliki beberapa rumpun dengan karakteristik dan morfologi yang khas.

Hingga saat ini sudah teridentifikasi ada 31 rumpun ayam lokal, seperti ayam kampung, ayam pelung, ayam sentul, ayam wareng, ayam lamba, ayam ciparege, ayam banten, ayam angrak, ayam rintit atau walik, ayam siem, ayam kedu hitam, ayam kedu putih, ayam cemani, ayam olagan, ayam balenggek, ayam melayu, ayam nunukan, ayam tolaki, ayam maleo, ayam jepun, ayam ayunai, ayam tukung, ayam bangkok, ayam brugo, dan ayam bekisar.

Ayam-ayam lokal tersebut sudah melalui proses penjinakan yang sudah berlangsung selama ratusan tahun lalu. Hal ini terjadi karena pola kehidupan masyarakat dahulu berorientasi di desa atau kampung sehingga ayam tersebut dinamakan sebagai ayam kampung tanpa klasifikasi yang jelas.

Tak heran, ayam-ayam buras tersebut bisa beradaptasi sesuai dengan pola kehidupan masyarakat serta wilayah penempatannya. Hal ini karena ayam hidup berdampingan langsung dengan masyarakat di pedesaan.

Ayam kampung Indonesia memiliki postur tubuh yang lebih ramping dengan perototan kompak dan padat. Sifat fenotipe dan genotipe ayam kampung masih sangat bervariasi. Hal ini terlihat dari warna bulu yang masih beragam, mulai dari hitam, merah, kuning, cokelat, hingga putih.

Keragaman genetik tersebut dapat mempermudah proses persilangan, meskipun membutuhkan waktu yang lama untuk menstabilkan dan menyeragamkan sifat yang diturunkan kepada anak ayam kampung hasil dari persilangan. Salah satu hasil persilangan yang berhasil adalah ayam bekisar.

Baca Juga:  Perbedaan Ayam Elba dengan Ayam Arab dan Buras Lokal

Ayam kampung adalah hewan yang beristirahat pada malam hari. Terkadang, ada beberapa ayam yang terlihat tidur sembari memutar kepala ke arah belakang atau menyembunyikan kepalanya di antara kedua sayap. Kebiasaan tersebut dilakukan untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap hangat.