Mengenal Bagian Batang Lada

Pertanianku – Lada merupakan tanaman tahunan yang memanjat (scandens) dan berbuku-buku, termasuk tumbuhan biji belah (dicotyledoneae). Dilihat dari letak jaringan pembuluh, batang mempunyai karakter antara tanaman biji belah dan tanaman biji tunggal (monocotyledoneae). Jaringan pembuluh terdiri atas pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem).

Batang Lada

Warna batang bervariasi antara hijau muda, hijau tua, hijau keunguan atau hijau keabuan. Pada batang yang sudah tua, warnanya agak kehitaman. Permukaan batang ada yang halus/licin dan ada yang kasar atau beralur. Pada batang yang tua terdapat retakan pada permukaannya.

Batang tanaman lada disebut sulur dan pada lada panjat dapat dibedakan menjadi tiga bagian sebagai berikut.

A. Sulur panjat merupakan batang utama (ada yang menyebutnya cabang primer) yang tumbuh ke atas dan menempel pada tiang atau pohon penegak atau tajar. Batang utama ini memiliki ruas pendek 2—10 cm dan memiliki banyak akar lekat pada bukubukunya. Sulur atau cabang ini tidak menghasilkan buah, dari sulur panjat atau cabang primer ini akan keluar cabang-cabang sekunder atau sulur panjang.

B. Sulur panjang atau cabang sekunder adalah cabang yang keluar dari sulur panjat atau cabang primer. Sulur panjang atau cabang sekunder ini dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.

1) Sulur cacing, yaitu sulur panjang yang tumbuh di bagian batang utama sebelah bawah, dari bagian batang yang telah tua. Sulur cacing ini beruas panjang-panjang berwarna hijau agak kemerah-merahan. Daunnya kecil-kecil, akar yang keluar dari buku-buku jumlahnya sedikit dan kurang sehat. Cabang ini tidak bisa mengeluarkan buah secara langsung dan juga tidak dapat menghasilkan cabang yang langsung berbuah. Sulur ini kurang bermanfaat bagi tanaman, tidak dapat berfotosintesis karena letaknya di bagian bawah dan ternaungi oleh daun-daun di atasnya sehingga hanya akan mengurangi zat-zat makanan dari bagian tanaman lainnya dan biasanya dibuang. Sulur ini juga kurang baik untuk bibit.

Baca Juga:  Perbaiki Lahan dan Konservasi Air di Perkebunan Kemiri Sunan dengan Biopori

2) Sulur gantung, sulur ini merupakan cabang yang keluar dari batang utama yang bagian atas, yaitu dari bagian yang masih muda. Sifat sulur atau cabang ini adalah berukuran besar, ruasruasnya tidak begitu panjang. Pada tiap-tiap buku ada daunnya yang lebar dan sehat. Akar keluar dari tiap-tiap buku, jumlahnya banyak dan sehat. Sulur gantung tidak langsung menghasilkan buah tetapi biasanya mengeluarkan cabang yang langsung berbuah atau disebut cabang buah. Sulur ini sangat baik untuk dijadikan bibit.

C. Sulur pendek atau dikenal sebagai cabang buah adalah sulur atau cabang yang keluar dari sulur panjang. Sifat cabang ini adalah berukuran sedang, ruas-ruanya pendek, pada buku-buku tidak ada akar. Dari cabang ini akan keluar rangkaian bunga yang kemudian menjadi buah. Cabang ini agak sukar dibibitkan. Bibit yang berasal dari cabang buah ini akan menghasilkan lada dalam bentuk perdu atau dikenal dengan istilah lada perdu.

Posisi sulur panjang atau cabang sekunder terhadap batang utama atau cabang primer kadang-kadang berbeda pada setiap varietas, ada yang cabangnya menggantung, horizontal, atau tegak. Sebagai contoh pada varietas Lampung Daun Lebar dan Kalluvally letak cabangnya horizontal sedangkan Balancotta menggantung.

Varietas Petaling 1 mempunyai cabang yang lebih panjang dibandingkan dengan varietas Chunuk sehingga kanopinya pun lebih besar. Varietas Merapin mempunyai cabang pendek-pendek. Batang lada beruas-ruas, panjang ruas juga berbeda pada beberapa varietas. Petaling 1 dan Petaling 2 mempunyai ruas yang lebih panjang dibandingkan dengan Merapin 1. Paniyur yang berasal dari India dan beberapa varietas lainnya seperti Cheryakaniakadan juga mempunyai ruas yang lebih panjang dibandingkan dengan varietas lada yang ada di Indonesia.

 

Sumber: Buku Lada

Baca Juga:  Varietas Unggul Baru Cengkih Siantan Agribun Asal Anambas

 

 


loading...