Mengenal Bangsa-bangsa Domba Indonesia

Pertanianku — Domba yang berada di tiap daerah memiliki karakteristiknya masing-masing. Karakteristik tersebut menjadi pembeda pada domba yang hidup di daerah yang berbeda-beda. Kategori domba dibedakan menjadi bangsa domba Indonesia dan bangsa domba non-Indonesia. Ada tiga bangsa domba Indonesia, simak ulasan bangsa domba Indonesia di bawah ini.

bangsa domba indonesia
foto: pixabay

Domba asli Indonesia

Bangsa domba asli Indonesia sering disebut sebagai domba kampung atau domba lokal. Domba asli Indonesia berukuran kecil dan pertumbuhannya menjadi dewasa terbilang cukup lambat. Warna bulu domba serta tanda-tanda lain yang ada di tubuh domba tidak seragam. Hasil karkas domba asli Indonesia juga terbilang rendah.

Domba kampung sering dipelihara secara tidak intensif. Hal ini juga yang membuat pertumbuhannya menjadi lebih lambat dibandingkan domba lainnya.

Domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk banyak diternakkan di daerah Jawa Timur, Madura, Lombok, dan Sulawesi. Domba ini bukan berasal dari Indonesia, melainkan dibawa oleh pedagang Arab yang masuk ke Indonesia pada abad ke-19.

Domba berekor gemuk berbentuk lebih besar dengan bobot jantan mencapai 50 kg, sedangkan betinanya bisa mencapai 40 kg. Domba jantan bertanduk, sedangkan yang betina tidak bertanduk.

Sesuai dengan namanya, domba ekor gemuk memiliki ekor panjang, bagian pangkal besar, dan memiliki lemak cukup banyak. Bagian ujung ekor terlihat kecil dan tidak mengandung lemak.

Domba priangan

Domba ini terkenal sebagai domba garut yang dihasilkan dari kawin silang antara domba asli Indonesia, merino, dan ekor gemuk yang berasal dari Afrika Selatan. Domba priangan berbadan besar dan lebar. Leher domba priangan cukup kuat sehingga sering digunakan sebagai domba pemacek (pejantan siap kawin). Bobot domba jantan bisa mencapai 60 kg, sedangkan betinanya sebesar 35 kg.

Baca Juga:  Mengenal Ayam Nunukan Asal Kalimantan

Domba jantan bertanduk besar melengkung ke belakang seperti spiral. Ada juga tanduk domba yang saling bertaut karena terlalu panjang. Adapun domba betinanya tidak bertanduk.

Bulu domba garut lebih panjang dibandingkan domba asli. Warna bulunya seragam, mulai dari putih hitam dan cokelat hingga warna campuran.

 


loading...