Mengenal Bangsa-bangsa Domba


Pertanianku – Pada umumnya, bangsa-bangsa domba yang ada berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Domba-domba yang ada di Indonesia juga sangat beragam bangsanya. Secara umum, ciri-ciri atau tanda-tanda yang terlihat untuk membedakan antarbangsa domba yaitu sebagai berikut.

Mengenal Bangsa-bangsa Domba

 

  1. Domba ekor tipis

Domba ekor tipis merupakan domba asli Indonesia. Sekitar80% populasinya ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Domba ini  mampu hidup di daerah yang gersang. Tubuhnya kecil sehingga disebut domba kacang atau domba jawa.

Tubuh domba ini tidak berlemak sehingga daging yang dihasilkan pun sedikit. Namun, beberapa orang menyatakan bahwa daging domba kacang ini lebih enak dari domba lainnya. Ciri-ciri lain dari domba ekor tipis sebagai berikut.

  1. a) Ekor relatif kecil dan tipis.
  2. b) Biasanya bulu badan berwarna putih, hanya kadang-kadang ada warna lain, misalnya belang-belang hitam di sekitar mata, hidung, atau bagian lainnya.
  3. c) Domba betina umumnya tidak bertanduk, sedangkan domba jantan bertanduk kecil dan melingkar.
  4. d) Berat domba jantan dewasa berkisar 30—40 kg dan berat domba betina dewasa sekitar 15—20 kg.
  5. Domba priangan

Domba ini berasal dari Jawa Barat, yaitu Kabupaten Garut dan sekitarnya sehingga disebut juga domba garut. Apabila dibandingkan dengan domba ekor tipis, domba ini termasuk domba tipe besar. Ciri lain dari domba priangan sebagai berikut.

  1. a) Berat domba jantan hidup dapat mencapai 60—80 kg dan berat domba betina sekitar 30—40 kg.
  2. b) Daun telinga relatif kecil dan kokoh.
  3. c) Bulu cukup banyak.
  4. d) Domba betina tidak bertanduk, sedangkan domba jantan mempunyai tanduk besar, kokoh, kuat, dan melingkar.

Domba priangan jantan yang baik performansinya digunakan sebagai domba aduan. Penilaian dalam kontes ada beberapa kriteria, misalnya cara jalan, cara mundur, cara adu kepala/tanduk, dan berapa kali pasangan aduan domba ini mampu mengadu kepala.

  1. Domba ekor gemuk
Baca Juga:  Fakta Baru! Lemak Susu Bisa Hindarkan Penyakit tak Menular

Domba ekor gemuk(DEG) banyak ditemui di Jawa Timur, Madura, Sulawesi, da n Lombok. Ciri khas dari DEG ini adalah bentuk ekor yang panjang, lebar, tebal, besar, dan semakin ke ujung makin kecil. Ekor ini digunakan sebagai tempat penimbunan lemak (cadangan energi). Pada saat banyak pakan, ekor domba ini penuh dengan lemak sehingga terlihat membesar. Namun, bila pakan kurang, ekornya akan mengecil karena cadangan energinya dibongkar untuk mensuplai energi yang diperlukan tubuh. Ciri lain dari DEG sebagai berikut.

  1. a) Domba jantan dan domba betina tidak mempunyai tanduk.
  2. b) Sebagian besar domba berwarna putih, tetapi ada beberapa pada anaknya yang berwarna hitam atau kecokelatan.
  3. c) Domba jantan mampu mencapai berat sekitar 50—70 kg, sedangkan berat domba betina sekitar 25—40 kg.
  4. Domba merino

Domba merino berasal dari daerah Asia kecil. Domba ini berkembang baik di Spanyol, Inggris, dan Australia. Domba merino terkenal sebagai domba penghasil wol terbaik dengan panjang bulu mencapai 10 cm. Pada saat bulu mencapai 10 cm, produksi wol dapat mencapai 10 kg wol/ekor. Ciri lain dari domba ini yaitu betina yang tidak bertanduk, sedangkan domba jantan bertanduk besar, kokoh, dan kuat. Berat badan domba jantan 64—79 kg, sedangkan domba betina sekitar 45—57 kg.

  1. Domba suffolk

Domba suffolk berasal dari Inggris. Domba ini terkenal dengan bobot badannya yang tinggi. Di Inggris, berat domba jantan dapat mencapai 135—200 kg dan domba betina sekitar 100—150 kg. Akan tetapi, di Indonesia beratnya hanya mencapai 60—80 kg. Domba ini lebih unggul karena persentase daging yang tinggi, yaitu sekitar 55—65% dari bobot badan. Domba ini telah disilangkan dengan domba merino, hasilnya adalah domba sufmer.

  1. Domba dorset
Baca Juga:  Lebih Sehat Daging Kambing atau Daging Domba? Ini Jawabannya!

Domba dorset merupakan tipe pedaging yang bagus dan tipe wol dengan kualitas sedang. Di Inggris yang merupakan negara asalnya, bobot domba jantan mencapai 100—125 kg dan domba betina 70—90 kg. Persentase dagingnya 50—65% dari berat badan hidup. Secara umum, domba dorset jantan dan betina mempunyai tanduk yang melingkar. Persilangan antara domba dorset dan merino disebut domba dormer.

  1. Persilangan domba lokal dengan domba charollais

Domba lokal yang dipilih untuk persilangan adalah domba jawa (G) yang mempunyai keunggulan dapat beranak tiga kali dalam dua tahun dengan rata-rata dua ekor setiap kelahiran dan tahan terhadap parasit cacing. Domba lokal ini mempunyai kelemahan, yaitu produksi air susunya rendah sehingga pertumbuhan anaknya relatif lambat. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, dipilih domba impor dari Perancis, yaitu jenis moulton charollais (M). Keunggulan domba charollais adalah produksi air susunya banyak sehingga laju pertumbuhan anaknya tinggi.

Domba hasil persilangan tersebut diharapkan dapat beranak tiga kali dalam dua tahun dengan rata-rata dua ekor setiap beranak dan laju pertumbuhan anaknya pun relatif tinggi. Dari hasil persilangan yang telah dilakukan, pada umur 10 bulan, berat domba jantan sekitar 32,2 kg dan domba betina 22,1 kg. Pada umur yang sama, berat domba jantan lokal 20,2 kg dan domba betina 16,9 kg.

Sumber: Buku Teknik Pembibitan Kambing dan Domba

loading...
loading...