Mengenal Berbagai Burung Kelas Penyanyi


Pertanianku – Inilah burung yang sejak awal dipelihara karena celotehnya. Salah satu jenis penyanyi yang legendaris di Nusantara adalah perkutut, yang kicauannya dianggap mempunyai aura mistis. Namun sejarah mencatat bahwa burung pengicau pertama yang tercatat di dunia adalah kenari, yang dibudidayakan dan dijadikan peliharaan sejak zaman kekaisaran Romawi. Dalam perkembangannya, orang tidak hanya menikmati kicauan, tetapi juga warna dan posturnya. Itu sebabnya kenari terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kicauan, warna, dan posturnya.

Burung Kelas Penyanyi

  1. Kenari. Kenari berasal dari Kepulauan Canary di Samudera Atlantik sebelah barat benua Afrika. Secara alami kenari adalah burung penyanyi sehingga mereka ditangkarkan sejak masa Romawi karena kicauannya. Masalahnya, kenari hanya memiliki sedikit atau tanpa sifat petarung. Akibatnya, jenis itu sering tiba-tiba mogok berkicau tanpa sebab sehingga kelas kenari jarang dimunculkan dalam kontes.
  2. Anis Merah. Salah satu jenis yang populer sejak lama di kalangan hobiis, setara cucak rawa atau murai batu. Anis merah memiliki mental petarung yang kuat, mudah panas dan menyahut kicauan burung lain dan agresif berloncatan. Wajar karena jenis ini tergolong pemakan serangga, yang mempunyai protein tinggi sehingga memberikan energi besar untuk berkicau atau berloncatan.
  3. Anis Kembang. Sebagai pemakan buah dan serangga, anis kembang mempunyai karakter kicauan yang beragam dan merdu untuk didengarkan. Itu alasan mengapa burung ini begitu muncul langsung menanjak di kontes. Karakter petarungnya pun cukup dominan dan rajin menyahut kicauan burung lain, baik sejenis maupun berbeda
  4. Cucak Hijau. Warna tubuhnya yang hijau menyolok menjadikan cucak hijau cukup menyenangkan untuk dilihat. Namun, kicauannya pun harus diperhitungkan karena masih sekerabat dengan cucakrawa. Hanya saja cucak hijau lebih sosial karena berburu dengan pasangannya. Walaupun begitu, jenis ini mempunyai sifat teritorial sehingga bermental petarung.
  5. Cucak Jenggot. Dulu sama sekali tidak populer dan hanya menjadi bahan “pengisi”, cucak jenggot kini menjadi salah satu burung yang diperhitungkan. Namun, kebanyakan hanya hobiis pemula atau rumahan yang memelihara cucak jenggot. Cucak jenggot adalah pemakan serangga sehingga di alam ia harus berkompetisi dengan sesamanya. Lantaran sebab itulah cucak jenggot mempunyai sifat petarung alami, ia bakal menyahut kalau mendengar kicauan burung lain.

 

 

loading...
loading...