Mengenal Buah Manggis


Pertanianku – Tanaman manggis berasal dari daerah Semenanjung Malaysia. Pusat sumber plasma nutfah di Malaysia dan Kalimantan Timur. Daerah penyebarannya meliputi Myanmar, Kamboja, Thailand, dan Filipina. Jenis liar seperti Garcinia hombroniana Pierre dan G. malaccensis T. Anderson terdapat di Malaysia, sedangkan G. celebica L. Dan G. dioica BL. terdapat di Kalimantan.

Sekilas Tentang Tanaman Manggis

Diduga G. malaccensis sama dengan G. celebica (baros) yang bergetah kuning seperti G. mangostana. Beberapa pustaka menyebutkan bahwa G. mangostana merupakan alotetraploid dari persilangan antara G. hombroniana x G. malaccensis. Oleh karena itu, persilangan antara manggis dengan manggis liar G. malaccensis kemungkinan besar akan menghasilkan hibrida manggis yang tidak berbiji (seedless). Sementara itu, manggis (komersial) yang ada sekarang berbiji apomiksis (buah dan biji terbentuk tanpa melalui perkawinan). Biji apomiksis lebih dipengaruhi oleh hormon endogen. Hal ini terjadi karena tepung sari (kelamin jantan) bunga manggis bersifat rudimenter (tidak berfungsi). Dengan demikian, biji yang terbentuk bersifat vegetatif.

1. Sifat botani

Manggis merupakan pohon hutan. Sosoknya tidak terlalu tinggi, sekitar 20 m. Tanaman tumbuh lambat, biasanya daun muda muncul 1—2 kali setahun. Hal ini karena akar sampingnya hanya sedikit.

  • Daun dan cabang

Mahkota daun (kanopi) tampak indah menyerupai setengah kerucut. Daunnya lebar dan tebal. Batang dan cabang banyak, tumbuh condong mendatar, tetapi umumnya tidak rata dan banyak benjolan.

  • Bunga

Bunga berukuran besar. Kelopak tebal terdiri dari empat helai dan berwarna hijau. Putik pendek. Bakal buah bulat besar dan berwarna hijau. Kepala putik bercabang 4—8 yang tetap melekat pada ujung buah.

  • Buah

Buah yang telah matang berwarna merah kecokelatan dengan bekas kepala putik berwarna merah kehitaman. Semua bagian tanaman yang masih muda bergetah kekuningan.

Baca Juga:  Tips Mudah Menanam Anggur Brazil di Polibag

Buah mempunyai 4—8 segmen sama dengan banyaknya cabang kepala putik. Namun, yang menjadi biji adalah berukuran besar, umumnya hanya 1—3 buah. Biji terbentuk tanpa melalui penyerbukan (apomiksis) karena tidak memiliki polen (tepung sari), kelamin rudimenter.

Setiap biji dibalut dengan daging buah yang merupakan arilod (jaringan selaput biji) berwarna putih bersih dan rasanya segar. Setiap biji yang besar mempunyai ruas. Tiap ruas berpotensi untuk tumbuh (poliembrioni vegetatif ) akar tunggang dan daun.

Biji apomiksis terjadi dari tiga macam sel, yaitu sebagai berikut.

1) Sel telur haploid yang melipatkan diri menjadi diploid. Selain itu, sel telur yang sudah diploid karena induknya tetraploid atau sel telur diploid yang melipatkan diri menjadi tetraploid.

2) Sel polar (sel fusi) yang diploid atau tetraploid, tergantung induknya.

3) Sel integumen yang membungkus biji (nucellus) yang bersifat diploid atau tetraploid, tergantung induknya. Telah dikatakan bahwa induknya, yakni manggis komersial yang ada sekarang adalah allotetraploid, tetapi kemungkinan diploid.

  • Akar

Tanaman manggis mempunyai akar tunggang dan akar samping yang jumlahnya sedikit, tetapi dalam.

2. Kegunaan

Kayu pohon manggis tidak bisa digunakan sebagai bangunan. Namun, kulit kayunya dapat digunakan untuk ramuan obat tradisional penyakit perut. Kulit buah mengandung zat kimia yang bersifat antibiotik (xanthonin) dan dapat pula digunakan sebagai bahan membuat cat antikarat (cat berwarna hitam yang tahan cuci). Tumbukan kulit buah manggis bila dioleskan pada tangkai manggar (seludang) yang akan disadap dapat merangsang keluarnya cairan nira lebih banyak pada penyadapan kelapa. Daging buah merupakan buah meja yang lezat dan segar.

 

Sumber: Buku Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah