Pertanianku – Kepodang (blacknaped oriole) terkadang disebut podang dan masyarakat sunda biasa menyebutnya dengan bincarung. Di pasaran, terdapat dua jenis kepodang yang sering dijual oleh pedagang burung, yaitu kepodang kapas (Oriolus chinensis) dan kepodang batu (Oriolus xanthonotus). Kepodang kapas memiliki bulu berwarna kuning muda dengan paruh putih kemerahan.
Sementara kepodang batu memiliki bulu berwarna kuning tua (kuning kunyit) dengan paruh berwarna hitam. Kepodang batu juga disebut dengan kepodang hutan. Dilihat dari penampilannya, kepodang kapas jauh lebih baik dan warna bulunya terlihat bersih. Kepodang batu relatif lebih sulit dijinakkan.
- Habitat dan kebiasaan hidup
Kepodang kapas hidup tidak jauh dari kebun dan lingkungan berpenduduk, terkadang ditemui di taman kota. Di lingkungan pedesaan, kepodang sering terlihat bertengger di atas pelepah daun pisang. Sementara kepodang batu menyukai hidup di hutan sekunder terbuka.
Dalam kesehariannya, kepodang sering terlihat berpasangan dan terkadang soliter. Kebiasaan lain yang selalu dilakukannya saat berada di alam bebas adalah selalu terbang berkejaran dengan pasangannya.
- Pakan alami
Jenis serangga, ulat daun, rayap, kumbang, dan buah.
- Karakter
Pemalu, tetapi manja jika sudah lama dipelihara.
- Daya tarik
Jika sudah jinak dan rajin berkicau, kepodang akan menyambut
tuannya dengan kicauan dan kembangan bulunya.
- Kelemahan
Sangat sulit membuatnya rajin berkicau.
- Tips khusus pemeliharaan
Pelihara dalan sangkar besar secara berpasangan agar dapat menikmati daya tariknya. Bahkan, dalam kandang tersebut pasangan kepodang bisa kawin dan menghasilkan anakan.
Sumber: Buku memelihara 42 Burung Ocehan





























