Mengenal Cabai Bolivian Rainbow

Pertanianku – Belum lama ini terdapat cabai warna-warni yang sedang ramai dibicarakan. Beberapa orang menyebutnya cabai rawit pelangi. Cabai warna-warni ini berasal dari Amerika Selatan. Ada yang mengatakan cabai ini berasal dari Brasil, walau ternyata nama aslinya Bolivian Rainbow. Cabai jenis ini lebih lazim dipakai sebagai tanaman hias.

Mengenal Cabai Bolivian Rainbow

Bolivian Rainbow memiliki perubahan warna yang menarik dari muda ke tua. Perubahan warna inilah yang menyebabkannya disebut rainbow atau pelangi karena dalam satu tanaman warna cabainya bisa berwarna warni. Perubahannya adalah ungu-kuning-oranye-merah.

Bolivian Rainbow memiliki tingkat kepedasan 5.000–30.000 SHU. Bandingkan dengan cabai rawit hijau yang terdapat di pasaran, (SHU) 50,000–100,000. Tinggi tanaman ini rata-rata 60–90cm. cara membudidayakan cabai ini cukup mudah, cabai ini dapat tumbuh di dataran rendah ataupun dataran tinggi, yang terpenting adalag tanaman ini cukup mendapatkan sinar matahri. Media tanamnya bisa menggunakan tanah dan humus dengan perbandingan 2:1. Seperti pada umumnya keluarga cabai sebagai kelompok perdu, perawatan cabai ini cukup memperhatikan pemupukan agar lebih produktif.

Karakater tanah atau media tanam yang ideal bagi cabai adalah tanah poros, penuh unsur hara. Media tanam dibuat dari campuran sekam bakar, pasir, pakis kering, tanah, pupuk kandang, dan sedikit pasir. Semua bahan itu dicampur dan diaduk-aduk jadi satu. Baru kemudian dimasukkan dalam pot plastik.

Pot bunga yang baik untuk tanaman cabai, harus berlubang di bagian bawahnya. Fungsinya untuk saluran pembuangan air.  Cabai tidak dapat tumbuh pada tanah berair, maka perlu ada drainase pada pot tanaman. Tahap selanjutnya adalah penyemaian bibit. Bibit cabai diperbanyak melalui biji-bijinya. Pilih biji yang kering, kemudian direndam dalam air baru disebar pada pot-pot bunga. Sirami secara berkala dengan spuyer. Selang lima hari akan muncul tunas-tunasnya

Baca Juga:  Kapur Pertanian yang Bagus Digunakan untuk Kebun Tomat

Setelah bibit berukuran 10 cm, bisa dipindah ke pot bunga. Pemindahan harus hati-hati jangan merusak akar dan batang pohon.  Setelah di pindah, perawatan rutin hanyalah disiram. Pada pagi hari ditaruh di luar rumah, tapi jangan terkena matahari langsung sebab bisa layu. Pohon akan berbuah ketika usia 3 bulan.


loading...