Mengenal Cabai Katokkon Jawara Pedas Asal Toraja

Pertanianku – Jawara pedas asal Toraja bernama cabai katokkon ini memiliki cita rasa yang sangat pedas. Di Toraja cabai ini merupakan salah satu kekayaan lokal yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut. Pasalnya, cabai katokkon ini bukan sembarang cabai, dari segi bentuknya sangat unik dan tidak seperti bentuk cabai pada umumnya.

Mengenal Cabai Katokkon Jawara Pedas Asal Toraja

Jika dilihat sekilas, bentuk cabai katokkon mirip paprika merah. Namun, bedanya, cabai ini berukuran kecil. Cabai katokkon memiliki bobot sekitar 65–90 gram per buah dengan ketebalan daging sekitar 6–7 mm. Cabai ini memiliki kandungan per 100 gram buah yang terdiri atas 16,84 mg vitamin C, 85,4% air, dan 9,2% gula. Cabai katokkon dapat tahan hingga 7–10 hari pascapanen. Berdasarkan hasil pengamatan taksonomi, menunjukkan cabai ini termasuk dalam keluarga cabai merah keriting atau nama Latinnya Capsicum annum.


Loading...

Aroma cabai katokkon sangat khas dan tercium sangat pedas di hidung. Tahukah Anda jika cabai katokkon memiliki tingkat kepedasan sangat tinggi, yakni sekitar 400.000–691.000 SHU (Scoville Heat Unit). Penampilan cabai katokkon yang pendek dan gendut ini merupakan salah satu cabai terpedas di dunia.

Harga cabai katokkon dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan cabai lainnya di pasar lokal Toraja. Saat ini banyak pekebun di Toraja Utara sudah banyak yang membudidayakan cabai katokkon.

Cabai katokkon di Tanatoraja memiliki nilai sosial sangat tinggi. Pasalnya, masyarakat setempat hanya menggunakan cabai ini sebagai bumbu masakan pada momen perayaan tertentu seperti syukuran ataupun perayaan hari besar.

Salah satu sentra budi daya cabai katokkon terdapat di Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara. Cabai katokkon telah resmi terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian dengan nomor publikasi 055/BR/PVL/02/2014.

Baca Juga:  Bisa Dilakukan di Rumah: Bertanam Zukini dari Biji

Sumber: Majalah Trubus

Loading...
Loading...