Mengenal Cara Budidaya Belimbing

Pertaninaku – Belimbing atau yang memiliki nama Latin Averrhoa carambola merupakan tanaman buah yang berasal dari kawasan Malaya. Budidaya belimbing di Indonesia sangat cocok, karena tanaman ini beriklim tropis. Belimbing juga dikenal dengan nama star fruit karena bentuknya yang seperti bintang. Buahnya sangat segar khas masam, manis, dan berair ketika dimakan dalam keadaan segar. Namun, selain itu belimbing juga bisa disantap olahannya yang berupa keripik, manisan, maupun jus. Jika dilihat dari perawatannya, belimbing memiliki keunggulan karena dapat tumbuh di lahan jenis apa saja. Selain itu, penanaman dan perawatannya juga sangat mudah sehingga siapa saja bisa menanamnya. Jika Anda ingin budidaya belimbing, berikut caranya.

Mengenal Cara Budidaya Belimbing

  1. Pembibitan

Budidaya belimbing dapat dilakukan secara vegetative seperti, cangkok, okulasi, enten, atau susuan. Bibit untuk menghasilkan bibit batang bawah yang digunakan untuk perbanyakan vegetatif. Pertama-tama pilih buah belimbing yang sudah matang dipohon. Usahakan mencari bibit yang varietas unggul. Selanjutnya keluarkan biji dari buah kemudian cuci biji belimbing dengan air bersih sampai hilang lendirnya. Keringkan biji ditempat teduh sampai kadar airnya bersisa 12–14%. Simpan atau langsung semai di persemaian yang sudah disediakan. Buatlah media semai berupa 30–40 cm tanah gembur yang sudah didiamkan selama 15 hari.

Kemudian buat bedengan selebar 100–120 cm dengan tinggi 30 cm dan panjang harus disesuaikan dengan lahan. Berikan pupuk kandang sebanyak 2 kg/meter persegi lahan, lalu rapikan bedengan dengan cangkul. Berikan tiang setinggi 100–150 cm disatu sisi dan disisi lainnya 75–100 cm untuk membuat tutupan atan miring dari plastik bening. Selanjutnya rendam biji belimbing dalam air hangat kuku sekitar 50 derajat celcius selama 30 menit, lalu semai dan kecambahkan di tempat semai.

Baca Juga:  Cara Membuat Kompos dari Limbah Kulit Kakao

Biji disebar pada alur sekitar 10–15 cm lalu tutup dengan tanah tipis. Biarkan sampai tumbuh menjadi bibit muda. Lakukan penyiraman 1–2 kali sehari pagi dan sore. Lakukan juga pemupukan dengan pupuk Urea dan ZA atau NPK yang dilarutkan dalam air setiap10 gr pupuk digunakan 10 liter air untuk disiram setiap 3 bulan sekali. Bibit mulai bisa ditanam di lahan tanam pada umur 6-8 bulan sejak semai.

  1. Pengolahan media tanam

Selanjutnya hal yang harus di lakukan saat budidaya belimbing adalah dibajak tanah dengan cangkul kira-kira sedalam 30–40 cm sampai gembur, lalu diamkan selama 15 hari. Masukkan pupuk sebanyak 2 kg/meter persegi lalu buat bedengan dengan lebar 100–120 cm, tinggi 30 cm, dan panjangnya bisa disesuaikan keadaan lahan.

  1. Penanaman

Buat lubang tanam sekaligus sebagai jarak tanam sekitar 5 x 5 m antar lubang. Ukuran lubangnya sendiri berukuran 50x50x50 cm sedalam 50 cm. Pisahkan tanah galian bagian atas dan diamkan selama 2–4 minggu. Campurkan tanah tersebut dengan pupuk kotoran ayam dengan perbandingan 1:1. Beri juga pupuk NPK dengan perbandingan 20:10:10 sebanyak satu genggam/lubang tanam. Lalu masukkan kembali ke dalam lubang, biarkan selama satu minggu setelah itu baru ditanami. Tanam bibit bawah dari persemaian dengan memasukkannya dalam lubang tanam, kemudian tutup kembali dengan tanah dan sirami secara berkala agar tanah jadi lembap. Setelah cukup besar lakukan penyambungan dengan atasan dari batang bibit unggul.

  1. Pemeliharaan

Pada budidaya belimbing pemeliharaan dapat dilakukan penyulaman pada bibit tanaman yang mati atau tidak tumbuh baik sambil disiangi agar bibit bisa menyerap nutrisi tanaman dengan baik. Lakukan penjrangan dengan menyisakan 100 buah belimbing/pohon yang dipelihara sampai tumbuh besar. Penjarangan dilakukan saat ukurannya sudah 2,5–5 cm atau 5–10 hari setelah bunga mekar. Peninggian tanah bedengan juga penting agar tanaman bisa tumbuh maksimal. Berikan pemupukan pada saat 3 bulan setelah tanam sebanyak 25 kg pupuk kotoran ayam dan 50 gr NPK per pohonnya. Setelah masuk umur setahun berikan 25 kg pupuk kandang dan 150 gr NPK per pohon. Lalu setelah masuk 2 tahun berikan 50 kg pupuk kandang dan 500 gr NPK per pohon. Sedangkan pada umur 3 tahun keatas diberikan 75 kg pupuk kandang dan 1 kg NPK per pohon. Lakukan pengairan secukupnya sat diperlukan saja, jangan sampai tanah menjadi terlalu lembab dan tergenang air secara berlebihan.

  1. Panen
Baca Juga:  Langkah Mudah Merawat Pohon Lengkeng Matalada

Belimbing sudah bisa dipanen setelah masuk 35–60 hari setelah pembungkusan, atau 65–90 hari setelah bunga mekar sempurna. Petik belimbing yang berukuran besar dengan warna buah putih kekuning-kuningan. Umumnya belimbing bisa dipanen perdana saat umur 3–4 tahun setelah tanam dan terjadi tiga kali dalam setahun. Rata-rata buah ini dapat menghasilkan buah per hektarnya mencapai 6–19 ton.