Mengenal Cucakrawa Hasil Tangkapan liar


Pertanianku – Cucakrawa hasil tangkapan di alam bebas dapat berupa cucakrawa anakan, cucakrawa muda, atau cucakrawa dewasa. Hasil penangkapan tersebut memberikan kelebihan yang berbeda.

Cucakrawa tangkapan liar

A. Cucakrawa anakan

Cucakrawa anakan yang baru ditangkap dari alam umumnya manja dan makannya masih disuapi. Kalau melihat orang, sayapnya bergetar serta mulutnya selalu terbuka meminta makan. Hal ini karena pada saat ditangkap, burung tersebut masih berada di sarangnya.

Ada yang mengatakan kalau anakan tangkapan liar lebih baik suaranya dibandingkan hasil penangkaran. Pendapat ini kurang benar. Kualita suara yang dihasilkanan akan lebih dipengaruhi oleh perawatan yang dilakukan. Kalaupun ada perbedaan, mungkin dari harga jualnya karena biasanya cucakrawa hasil tangkaran lebih mahal dari cucakrawa hasil tangkapan.

B. Cucakrawa muda hutan

Cucakrawa muda dari hasil tangkapan liar dikenal sebagai cucakrawa muda hutan atau cucakrawa masa remaja. Cucakrawa muda hutan harganya jauh lebih mahal dari cucakrawa dewasa. Hal ini dikarenakan cucakrawa muda hutan, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya yang baru, cepat berkicau, dan mentalnya cukup baik kalau dirawat dengan benar.

Untuk membedakan cucakrawa muda hutan dan cucakrawa  dewasa, dapat dilihat dari ciri-ciri fisiknya. Adapun cucakrawa muda hutan mempunyai ciri sebagai berikut.

1) Warna bulu kepala bagian atas keputih-putihan.

2) Paruh berwarna keabu-abuan.

3) Mata berwarna hitam keabu-abuan (yang dewasa berwarna merah).

4) Kaki berwarna hitam keabu-abuan.

C. Cucakrawa dewasa

Cucakrawa dewasa hasil tangkapan di alam bebas tergolong liar dan sukar beradaptasi dengan lingkungan barunya. Menjinakkan cucakrawa ini tidaklah mudah karena keliarannya. Secara umum, cucakrawa dewasa bulunya tampak kasar dan warnanya tampak cerah.

Kebanyakan kicauan cucakrawa dewasa yang dipelihara tergolong kurang baik. Hal ini dimungkinkan karena cara merawatnya belum begitu tepat. Bahkan, banyak yang kondisi fisiknya rusak terutama bulu ekornya patah, tumbuh tidak sempurna, dan tidak sedikit bulu ekornya sulit tumbuh kembali.

Baca Juga:  Mudahnya Budidaya Ikan Cupang

 

Sumber: Buku Agar Cucakrawa Rajin Berkicau

 

loading...
loading...