Mengenal Ikan “Raksasa” Air Tawar, Giant Arapaima


Sebuah spesies tunggal yang menduduk posisi di bawah genus Arapaima adalah Arapaima gigas alias giant arapaima (Arapaima gigas). Ikan ini tersebar di wilayah Amerika Selatan yang beriklim tropis, dan selalu ditemukan hanya di tempat yang dalam dan berarus deras. Nama arapaima yang umum digunakan itu sesungguhnya berasal dari Guyana. Segudang nama disandangnya karena ikan ini termasuk ikan yang ngetop, terlebih bagi mereka yang menyenangi olahraga pancing.

Gambar: fishing-kaolk
Gambar: fishing-kaolk

Ikan yang disukai ini menyandang nama ’paiche’ di Peru, sedangkan di Brasil lebih dikenal nama ’piracucu’. Di Indonesia, ikan ini lebih akrab dengan panggilan dari potongan namanya, yaitu arapaima. Sebagai ikan air tawar daerah tropis, giant arapaima dikenal sebagai salah satu ikan yang berukuran besar. Hanya jenis sturgeon dan beberapa catfish (lelelelean) saja yang mampu menandingi ukurannya. Panjang maksimum giant arapaima hingga kini masih merupakan teka-teki.

Pada tahun 1836, Scomburgk, dalamuraiannya tentang ikan-ikan di British Guyana, menuliskan bahwa giant apaima mampu mencapai ukuran panjang 1,50—4,47 m dan berat 27—186 kg. Kemudian, pada tahun 1964, Luling menyebutkan bahwa ukuran maksimal spesies ini panjang 2,32 m dan berat 133 kg.

Giant arapaima mempunyai kelebihan. Bersama dengan sejumlah spesies lain, ikan ini pernah ditemukan dalam air yang kadar oksigennya rendah. Jenis arwana ini mampu mengambil oksigen dari atmosfir dengan bantuan gelembung udara. Giant arapaima cenderng sulit ditempatkan dalam akuarium. Namun demikian, ada juga yang sukses memajangnya di akuarium yang berukuran lumayan besar dengan kaca yang ketebalannya memadai.

Giant arapaima cukup menawan ditempatkan dalam akuarium sekalipun mengesankan malas bergerak. Warna badannya yang kehitaman dengan sisiknya yang besar tersusun kukuh dengan diimbangi bintik-bintik merah pada sisiknya memang tidak syak lagi menyebabkan arapaima bakal melejit suatu saat. Dibandingkan dengan arwana lain, sirip punggung giant arapaima jauh lebih lebar dan besar. Jika arwana lain moncongnya meruncing ke atas maka arah moncong giant arapaima cenderung ke bawah.

Baca Juga:  Mudahnya Budidaya Ikan Cupang

 

Sumber:  Buku Arwana

 

 

loading...
loading...