Mengenal Kandungan Alkaloid dalam Avokad


Pertanianku – Daun avokad (Persea americana Miller) rasanya pahit dengan aroma yang khas. Selama berpuluh-puluh tahun, daun avokad telah diketahui berkhasiat sebagai diuretik (membantu memperlancar buang air kecil) dan sebagai penghambat pertumbuhan beberapa bakteri seperti Staphylococcus sp., Pseudomonas sp., Proteus sp., Escherichea sp., dan Bacillus sp. Selain itu, daun avokad juga berkhasiat untuk menyembuhkan kencing batu. Hal ini berkaitan dengan sifatnya sebagai diuretik, penurun tekanan darah tinggi, dan meredakan sakit kepala.

Mengenal Kandungan Alkaloid dalam Avokad

 

Daun avokad yang dibuat teh dipercaya dapat menyembuhkan nyeri pada saraf, nyeri pada lambung, bengkak pada saluran pernapasan, dan memperlancar haid (menstruasi) yang tidak teratur. Hasil penelitian terbaru menyatakan bahwa ekstrak daun avokad mampu menurunkan trigliserida dan kolesterol dalam darah.

Kandungan zat aktif dalam daun avokad yang telah diidentifikasi antara lain flavonoid (dalam bentuk quercetin), alkaloid, sterol, saponin, dan beberapa senyawa lain dalam jumlah kecil.

Alkaloida atau alkaloid merupakan senyawa organik bahan alam yang terbesar jumlahnya, baik dari segi jumlah maupun sebarannya. Alkaloid didefinisikan sebagai senyawa yang bersifat basa, mengandung atom nitrogen, serta berasal dari tumbuhan dan hewan. Umumnya alkaloid adalah senyawa metabolit sekunder yang bersifat basa dan mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam bentuk cincin heterosiklik dan bersifat aktif biologis menonjol. Alkaloid mempunyai kegiatan fisiologi yang menonjol dan sering digunakan secara luas dalam bidang pengobatan, antara lain sebagai bioaktif penolak nyamuk dan antibakteri.

Alkaloid dalam daun avokad berkhasiat sebagai diuretik. Diuretik adalah senyawa yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis mempunyai dua pengertian, pertama menunjukkan adanya penambahan volume urin yang diproduksi dan kedua menunjukkan jumlah pengeluaran (kehilangan) zat-zat terlarut dan air. Fungsi utama diuretik adalah untuk memobilisasi cairan udema yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstra sel kembali menjadi normal. Walaupun kerjanya pada ginjal, diuretik bukan ”obat ginjal”, artinya senyawa ini tidak dapat memperbaiki atau menyembuhkan penyakit ginjal.

Baca Juga:  Kabupaten Bogor Bidik Cina Sebagai Pasar Utama Ekspor Manggis