Mengenal Kebiasaan Gurami Saat Hidup di Alam


Pertanianku – Ikan gurami merupakan salah satu jenis ikan yang suka mendiami perairan tenang dan dalam seperti rawa, situ, waduk, atau danau. Sebagai ikan yang dilengkapi dengan alat pernapasan tambahan (labirin), ikan ini bisa tahan terhadap kondisi perairan yang minim. Walaupun gurami termasuk ikan yang malas, gurami akan bergerak gesit ketika ada benda yang sering dikira sebagai pakannya.

Gurami_parung_bayu_111011 (93)

Ketinggian tempat yang cocok untuk pemeliharaan gurami yaitu sampai 800 m dpl. Ikan ini akan tumbuh sangat baik pada suhu antara 24—28o C. Di bawah suhu 15o C, pertumbuhannya akan terhambat dan juga akan mengganggu sistem reproduksinya. Selain di air tawar, ternyata ikan gurami dapat pula hidup di perairan payau, terutama daerah Jakarta Barat seperti Cengkareng, Kamal, dan Tegal Alur.

  • Kebiasaan makan

Secara umum, gurami merupakan herbivora atau pemakan tumbuhan. Namun, sejak larva, ternyata gurami menyukai pakan alami berupa cacing sutera, rotifera, dan infusaria. Setelah berumur beberapa hari, benih-benih gurami lebih memilih larva insekta, krustacea, dan zooplankton. Setelah beberapa bulan, barulah benihbenih tersebut mengincar tumbuhan air yang lunak.

Pakan gurami dewasa biasanya terdiri atas tumbuh-tumbuhan air, seperti daun talas, daun pepaya, daun singkong, kangkung, atau daun lamtoro. Namun, berdasarkan pengalaman, daun pepaya kurang bagus diberikan ke induk gurami karena bisa merusak kantung telur. Gurami juga bisa diberikan pakan tambahan berupa dedak, ampas tahu, dan bungkil. Rayap pun bisa diberikan sebagai santapan yang lezat bagi gurami muda maupun induk.

  • Kebiasaan berkembang biak

Di alam, gurami dapat memijah sepanjang musim kemarau. Namun, setelah dibudidayakan di kolam yang baik, ikan ini bisa memijah sepanjang tahun dan tidak tergantung musim. Kematangan kelamin terjadi pada umur 2—3 tahun. Ikan ini memiliki kebiasaan membuat sarang dari ijuk atau rumput-rumputan setiap mau memijah, lalu disembunyikan di antara rerumputan/tanaman. Sarang yang dibuat biasanya berdiameter 30—38 cm.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

Pada saat pemijahan, telur-telur dimasukkan ke dalam sarang dan dijaga oleh induk jantan. Namun, setelah selesai pemijahan, induk jantan akan pergi dan sarang/telur akan dijaga oleh induk betina.

 

Sumber: Buku Budidaya 25 Ikan di Pekarangan

 

loading...
loading...