Mengenal Kebiasaan Lele Hidup di Alam


Pertanianku – Ikan lele banyak mendiami rawa dan sungai serta cocok dipelihara di kolam air tenang. Lele dapat hidup dalam lumpur atau dalam perairan yang lembap karena memiliki alat pernapasan tambahan di dalam rongga insang yang disebut aborescent organt. Bentuknya merupakan membran berlipat-lipat yang penuh dengan kapiler darah. Dalam hidupnya, ikan lele sering menyembulkan kepalanya ke udara terbuka untuk memperoleh oksigen langsung dari udara.

Pengontrolan Air Kolam Lele

Ikan ini sering ditemukan mati pada kolam yang permukaan airnya tertutup rapat oleh gulma air, seperti eceng gondok dan teratai. Selain ditemukan di rawa dan sungai, ternyata lele juga ditemukan di perairan payau.

  • Kebiasaan makan

Benih lele menyukai jasad renik seperti protozoa, krustacea, rotifera, dan fitoplankton. Setelah dewasa, lele lebih menyukai larva insekta, udang, cacing, ikan, bahan organik/detritus yang berada di dasar kolam. Selain itu, ikan berkumis ini juga mau memakan jasad hewan yang membusuk. Oleh karena itu, lele disebut sebagai scavenger atau pemakan bangkai. Ikan ini aktif mencari makan pada malam hari, tetapi bisa dilatih aktif pada siang hari ketika sudah dipelihara di kolam. Lele termasuk ikan pemakan segala (omnivora), tetapi lebih cenderung karnivora.

  • Kebiasaan berkembang biak

Di alam, lele memijah pada musim hujan. Namun, ada pendapat bahwa ikan berpatil ini bisa memijah sepanjang musim/tahun. Lele memijah dengan membuat lubang datar terlebih dahulu sedalam 20 cm dan diameter 25 cm. Setelah itu, telur dikeluarkan dalam lubang yang melekat pada rumput dan tanah. Telur lele berbentuk bulat dan berwarna kecokelatan dengan diameter 1,3—1,6 mm. Dalam jangka 20 jam, telur akan menetas pada suhu 25—32o C.

 

Sumber: Buku Budidaya 25 Ikan di Pekarangan

 

loading...
loading...