Mengenal Kerabat Dekat Lovebird

Pertanianku Jumlah kerabat dekat lovebird cukup banyak dan menyebar ke berbagai habitat di belahan dunia. Di tanah air pun kerabatnya mudah dijumpai dan banyak diperjualbelikan.

Kenali Kerabat Dekat Lovebird

  1. Kerabat lovebird yang diimpor

Kerabat dekat love yang didatangkan dari luar negeri dan diperjualbelikan di pasaran sangat banyak jumlah dan jenisnya, di antaranya macau, parkit palk, parkit biasa, parkit bon, rosela, dan paradise. Semua kerabat dekat lovebird yang didatangkan mempunyai daya tarik dari sisi warna bulu, ekor yang panjang, dan perilaku yang unik.

Loading...
  1. Kerabat dekat love di tanah air

Tidak jauh berbeda dari kerabatnya yang didatangkan dari luar negeri, rata-rata kerabat dekat lovebird di tanah air sekitar 85 jenis dengan daya tarik warna bulu, bentuk fisik, dan perilakunya. Di Indonesia kerabat dekat lovebird yang banyak diperjualbelikan, di antaranya kakatua, nuri, kesturi, bayan, dan serindet. Kakatua selalu memamerkan goyangan badan, jambul, dan anggukan kepala. Nuri, kesturi, dan bayan memiliki ukuran yang cukup besar, seperti kakatua raja. Adapun bulu serindet didominasi warna hijau dengan ciri khasnya, tergantung asalnya.

Serindet sumatera berukuran tubuh 12 cm dengan paruh warna kuning. Serindet sangihe termasuk endemik dari Pulau Sangir dengan ukuran tubuh berkisar 13,5 cm. Mahkota dan tenggorakannya terdapat bulu berwarna merah dan berparuh hitam. Serindit sulawesi atau dikenal juga serindit paruh merah banyak ditemui di Pulau Sulawesi dengan ukuran tubuh kecil, sekitar 10 cm. Ciri khas yang mudah untuk dikenali berupa warna punggungnya merah. Selain itu, jantannya terdapat bulu warna merah dilingkari warna biru pada tenggorokannya. Warna paruhnya merah dan mahkota berwarna hijau. Jenis burung paruh bengkok kerabat dekat lovebird di tanah air umumnya sudah masuk dalam daftar burung yang dilindungi karena populasi di alam bebas cukup memprihatinkan akibat terus diburu dan diperjualbelikan di pasaran bebas sejak lama. Bahkan, banyak yang dijadikan komoditas ekspor oleh para eksportir burung.

 

Sumber: Buku Love Bird

 

Loading...
Loading...