Mengenal Keunikan Rasa Durian Terong


Pertanianku – Durian termasuk salah satu buah yang unik. Bagaimana tidak, buah yang memiliki aroma tajam ini banyak disukai, tetapi banyak juga yang membencinya. Rasanya yang enak dan baunya yang sangat tajam jadi ciri khas durian atau duren. Durian sendiri sangat beraneka ragam. Di Indonesia tercatat ada 20 anggota spesies Durio (dari hampir 30-an jenis), sembilan diantaranya dapat dimakan.

Salah satu durian yang unik adalah durian yang berasal dari Kecamatan Sekayam di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Seperti dilansir dari Good News Indonesia, durian ini rasanya enak manis legit dan kering, warnanya kuning menarik. Selain itu, ukurannya pun terbilang tidak wajar sehingga membuatnya disebut dengan ‘Durian Terong’.

Di antara berbagai jenis durian, kini ada satu varian durian yang tengah naik daun karena cita rasa dan keunikannya, namanya durian terong. Sesuai namanya, durian ini memiliki bentuk layaknya sayuran terong bulat. Ukurannya sekepalan tangan orang dewasa dan lebih kecil dari jeruk Bali.

Produktivitas durian ini sangat tinggi, bisa menghasilkan buah mencapai sekitar 2.000 buah pada saat panen besar. Dalam satu buah durian terong terdapat 5 juring, setiap juringnya berisi 1—2 daging durian. Ukuran biji normal, bulat, lonjong, dimana setiap satu buah terdapat 1—2 biji kempes, dengan ketebalan daging mencapai 3 cm. Lantas, bagaimana rasanya?

Menurut Kojek, pembudidaya sekaligus penjual durian terong, durian ini tak seperti durian lazimnya yang berdaging halus dan lembut. Kojek mengatakan, daging durian terong ini kering, jadi tidak berair. Rasa daging buahnya juga manis, tidak giung, tetapi tertinggal di mulut.

“Rasa manis yang tertinggal di mulut tersebut karena teksturnya yang sangat lembut dan memiliki kadar ‘sagu’ yang kental, sehingga durian menempel di lidah,” ungkap Kojek.

Baca Juga:  Segudang Manfaat Kulit Pisang yang Belum Anda Tahu

Salah satu pembudidaya durian terong lainnya di Rancamaya adalah H. Yusuf. Menurut Ahmad, keponakan H. Yusuf, soal rasa durian terong masih kalah dengan si kempis, sang durian jawara Rancamaya.

“Si terong tuh rasa dagingnya kayak ketan, lengket, padat tidak encer. Kalau kebanyakan makan si terong bisa pusing. Makan satu biji saja untuk orang yang nggak biasa sudah terasa pusing,” jelas Ahmad.

Kemudian Ahmad menambahkan, semakin tingginya minat maniak durian terhadap durian terong, pun mendorong H. Yusuf akhirnya mulai melakukan pembibitan. Menurut Ahmad, rencananya satu bibit durian terong setinggi 70 cm nantinya dijual seharga Rp300.000.

“Bibitnya tergolong mahal karena buahnya juga berkualitas, pembibitannya baru berjalan beberapa bulan, dan itu juga belum banyak jumlahnya,” papar Ahmad.

loading...
loading...