Mengenal Khasiat Daun Madu sebagai Obat Herbal

Pertanianku Daun madu atau lebih dikenal oleh orang Jawa dengan sebutan landep merupakan tanaman semak yang dapat tumbuh hingga 1 meter. Daun berbentuk bulat panjang menyempit hingga bulat telur, berwarna hijau tua pada permukaan atas dan hijau pucat pada permukaan bawah. Daun tanaman kerap dimanfaatkan sebagai obat alami karena dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Khasiat daun madu bisa menyembuhkan gigitan ular.

daun madu
foto: By J.M.Garg – Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=5637311

Perbungaan tanaman panjangnya sekitar 5 cm, berbentuk saluran berwarna violet, merah muda, atau putih. Buah tanaman berbentuk kapsul memanjang sekitar 1,5 cm, menjadi licin dan mengilap pada saat buah sudah masak.

Daun madu juga bisa dimanfaatkan sebagai obat peluruh seni dan rematik. Tanaman ini perlu diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi menjadi ramuan. Caranya, cuci sampai bersih segenggam daun, tumbuk hingga hancur bersama ¼ sendok teh kapur sirih, kemudian dibalurkan pada tempat yang rematik.

Sementara itu, untuk mengatasi gigitan ular berbisa, Anda dapat memanfaatkan bagian biji atau bunga, kemudian tumbuk bagian tersebut. Setelah itu, balurkan ramuan pada bagian yang tergigit ular.

Ekstrak cair dan etanol daun Barleria cristata L. menunjukkan peningkatan persentase aktivitas penghambatan pada enzim α- glukosidase α-amilase yang berbeda-beda bergantung pada dosisnya. Ekstrak etanol menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi in vitro bila dibandingkan dengan ekstrak airnya.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Barleria cristata L. dapat digunakan dalam mengontrol darah glukosa dalam kondisi klinis seperti pada penderita diabetes.

Belum ditemukan literatur yang menyebutkan adanya kontraindikasi ataupun efek samping dari konsumsi tanaman daun madu. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada pakar pengobatan herbal atau dokter dalam memanfaatkannya sebagai obat yang dikonsumsi langsung, terutama bagi wanita hamil dan anak-anak. Jangan mengonsumsi dengan dosis tinggi agar Anda tidak mengalami efek samping yang kemungkinan dapat ditimbulkan.

Baca Juga:  Tumbuhan Penolong Luka Berdarah