Mengenal Kompos Cacing Tanah


Pertanianku – Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahanbahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut pula pupuk organik karena penyusunnya terdiri dari bahan-bahan organik.

kompos cacing

Proses pengomposan juga dapat melibatkan organisme makro. Cacing tanah misalnya. Jika ditelusuri lebih dalam, kerja sama antara cacing tanah dengan mikroorganisme di dalam tanah memberi fakta bahwa proses penguraian bahan organik bisa berjalan dengan baik. Walaupun sebagian besar proses penguraian dilakukan oleh mikroorganisme, tetapi kehadiran cacing tanah dapat membantu proses tersebut karena bahan-bahan yang akan diurai oleh mikroorganisme telah diurai lebih dahulu oleh cacing. Dengan demikian, kerja mikroorganisme menjadi lebih efektif dan lebih cepat.

Hasil dari proses vermikomposting ini berupa casting. Dalam bahasa Indonesia, casting disebut “kascing” atau kepanjangan dari “bekas cacing”. Ada juga yang mengatakan bahwa kascing merupakan kotoran cacing yang dapat berguna untuk pupuk. Kascing ini mengandung partikel-partikel kecil dari bahan organik yang dimakan cacing dan kemudian dikeluarkan lagi. Kandungan kascing tergantung dari bahan organik dan jenis cacingnya. Namun, pada umumnya kascing mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti nitrogen, fosfor, mineral, vitamin. Oleh karena kascing mengandung unsur hara yang lengkap (nilai C/N nya kurang dari 20), kascing dapat digunakan sebagai pupuk.

 

Sumber: Buku Membuat kompos secara kilat

Baca Juga:  Yuk, Kelola dan Manfaatkan Sampah untuk Dijadikan Kompos!
loading...
loading...