Mengenal Kondisi Ikan Cupang yang Tiba-tiba Pucat atau Bacul

Pertanianku — Tubuh ikan cupang yang berubah menjadi pucat atau pudar warna tubuhnya sering disebut dengan nama bacul. Bacul merupakan penyakit nonparasiter atau penyakit yang tidak disebabkan karena parasit. Penyakit ini terjadi akibat kesalahan perawatan. Oleh karena itu, pengendalian penyakit ini dilakukan dengan memperbaiki cara perawatan ikan dan cenderung tidak menggunakan obat.

bacul
foto: Pixabay

Kondisi bacul sering muncul pada tubuh ikan yang tidak sedang infeksi. Perubahan warna tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti kondisi air yang terlalu kotor, terlalu lama disebengi dengan ikan cupang berukuran lebih besar, sedang birahi, atau ikan baru saja mengalami perlakuan kasar.

Pada cupang mascot, bacul sering terjadi karena disebengi dengan cupang berwarna atau normal. Disebengi merupakan perlakuan penutupan antara wadah satu dan wadah lainnya dengan menggunakan karton atau tripleks. Sebeng tersebut perlu dibuka dan ditutup selama beberapa jam untuk memunculkan sifat agresif cupang. Biasanya, perlakuan tersebut dilakukan selama dua hari.

Sebetulnya, bacul tidak berbahaya bagi kehidupan cupang. Namun, kondisi perubahan warna yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan kondisi ikan cupang menurun. Pasalnya, saat kondisi ini terjadi, ikan akan kekurangan nafsu makan. Saat bacul terjadi, ikan menjadi takut berhadapan dengan ikan cupang lainnya sehingga ikan tidak bisa diikutkan kontes. Selain itu, harga jual ikan menjadi rendah.

Anda perlu melakukan beberapa tindakan pencegahan agar cupang yang akan dikonteskan tidak mengalami bacul. Pencegahan tersebut bsia dilakukan melalui beberapa cara berikut.

  • Jangan menangkap ikan dengan tangan (seperti mengejar) saat ingin memindahkan ikan ke wadah lain.
  • Lakukan pergantian air yang sudah kotor sesegera mungkin. Air di dalam wadah diganti minimal tiga hari sekali.
  • Bersihkan pakan alami yang akan diberikan. Lebih baik jika Anda melakukan sterilisasi pakan alami dengan memberikan antibiotik.
  • Letakkan wadah pemeliharaan di tempat teduh yang tidak terkena air hujan agar suhunya tidak turun secara drastis.
  • Pertahankan suhu dengan cara menjemur wadah pemeliharaan dua hari sekali pada pukul 08:00—10:00. Pada musim hujan, tambahkan air hangat ke dalam media hingga suhu air normal, sekitar 25—28°C.
  • Jangan menyebengi ikan cupang dengan cupang lain yang berukuran lebih besar.
  • Sesekali dekatkan cupang jantan dengan cupang betina agar ikan dapat melampiaskan birahinya.
Baca Juga:  Lokasi Budidaya Ikan yang Menguntungkan Secara Sosial Ekonomi