Mengenal Kopi Kobura yang Bercita Rasa Very Good-Excellent Speciality

Pertanianku — Klon kopi Kobura 1, Kobura 2, Kobura 3 merupakan klon lokal kopi robusta yang sudah dibudidayakan oleh petani sejak 1990-an. Pada 2021, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan melepas ketiga klon tersebut. Saat ini ketiga klon kopi Kobura sudah dibudidayakan secara luas di Kabupaten OKU Selatan, salah satunya di Kecamatan Banding Agung.

kopi kobura
foto: Pixabay

Robusta termasuk varietas kopi yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia yang tersebar di dataran rendah sampai menengah. Kopi robusta yang dikembangkan di Kabupaten OKU Selatan terkenal bercita rasa kategori very good-excellent speciality karena mendapatkan skor lebih dari 80. Penilaian tersebut dilakukan melalui uji mutu cita rasa yang mengacu pada protokol SCAA.

Karakter fragrance/aroma tiap klon kopi Kobura memiliki spesifikasi tersendiri. Melansir dari litbang.pertanian.go.id, Kobura 1 masuk ke kategori very good dengan skor 84,00. Kobura 1 memiliki aroma caramelly, nutty (soy bean), spicy, dan vanilla.

Adapun klon Kobura 2 masuk ke kategori excellent dengan skor 88,00. Aroma yang dimiliki Kobura 2 adalah caramelly, flowery, very sweet, dan vanilla. Terakhir, Kobura 3 masuk ke kategori excellent dengan skor 86,00. Aroma Kobura 3 adalah caramelly, nutty, soy bean, chili, dan vanilla.

Ketiga klon ini cukup mudah dibedakan. Meski ada beberapa kesamaan, tiap klon tetap memiliki karakter morfologi kualitatif dan kuantitatif yang unik serta mudah dibedakan. Tipe percabangan tiga klon tersebut hampir sama, yakni lentur menjuntai. Perbedaannya terletak pada pucuk daun (flush). Klon Kobura 1 dan Kobura 2 memiliki flush berwarna hijau muda, sedangkan Kobura 3 hijau kecokelatan.

Saat biji kopi Kobura diolah secara natural, flavor yang dihasilkan lebih kompleks dengan body yang lebih baik, acidity lebih rendah, dan muncul aroma buah yang lebih kaya. Pengolahan secara natural juga paling mudah dan murah dilakukan karena biji kopi yang sudah dipanen hanya perlu dijemur di bawah sinar matahari. Namun, buah kopi masak yang sudah dipanen harus segera dijemur hingga kering secara merata dalam waktu singkat untuk menghindari perubahan kualitas.

Baca Juga:  Sejarah Panjang Penyakit Mulut dan Kuku yang Sempat Musnah di Indonesia

Mutu cita rasa biji kopi akan semakin optimal bila buah dipetik ketika sudah berwarna merah. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sortasi ketika akan menjemur untuk memisahkan biji kopi berwarna merah dengan biji kopi hijau.