Mengenal Kutu Air Daphnia Pakan Bernutrisi untuk Ikan Hias

Pertanianku — Pencinta ikan hias pasti sudah tidak asing dengan kutu air daphnia. Jenis kutu air ini banyak dimanfaatkan sebagai pakan ikan hias. Biasanya, jenis ikan yang mengonsumsi kutu air ini adalah ikan cupang dan ikan guppy.

kutu air daphnia
Foto: instagram cupang.murah.jatim

Kutu air diminati sebagai jenis pakan berkualitas bagi ikan, terutama ikan hias. Sebab, kandungan protein pada kutu air dapat mencapai 66 persen kebutuhan ikan. Selain itu, kadar lemaknya pun 6 persen. Benih ikan yang masih dalam tahap pertumbuhan sangat cocok bila diberikan pakan berupa kutu air.

Kutu air daphnia masuk dalam kelas crustacea. Kutu air ini tergolong dalam ordo caldocera dan masih berkerabat dekat dengan kutu air moina. Keduanya merupakan jenis udang renik yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan.

Loading...

Untuk mengenali daphnia, Anda terlebih dahulu harus memahami bentuk dan karakteristik dari kutu air ini. Daphnia memiliki bentuk lonjong yang agak pipih. Ukurannya sangat kecil, yakni hanya mencapai 1—5 milimeter.

Selain itu, bentuk daphnia juga dikenali dari kepalanya yang mempunyai dua antena. Kekhasan lain dari daphnia adalah bentuk ekornya yang meruncing.

Ciri utama dari kutu air daphnia adalah warnanya yang cokelat kemerahan. Warna ini cukup mencolok bila Anda hendak membudidayakannya. Jika hidup bersama koloninya, daphnia akan tampak seperti titik-titik merah. Mereka hidup bergerombol dan dapat mengapung di permukaan air.

Anda dapat menjumpai kutu air ini pada perairan air tawar. Daphnia banyak terdapat di danau, rawa, waduk, kolam, dan sungai. Mereka dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik pada perairan tersebut. Syaratnya, suhu lingkungan perairan berkisar dari 26—30 derajat Celcius. Sebaiknya, tingkat keasaman perairan juga berkisar pada pH 6,5—7,5.

Baca Juga:  KKP Siapkan Beberapa Strategi untuk Mencegah Penyakit AHPND pada Udang

Bila ingin membudidayakan daphnia, Anda perlu mengetahui bahwa kutu air ini dapat berkembang biak dengan cara seksual dan aseksual. Daphnia dapat menghasilkan telur yang dapat menetas tanpa perlu dibuahi.

Kutu air daphnia juga dapat melakukan kembang biak secara seksual. Daphnia jantan dan betina dapat melakukan perkawinan sehingga menghasilkan anakan dari hasil perkawinan tersebut.

Sejak menetas, daphnia dapat berumur hingga 34 hari. Jenis hewan renik ini dapat memiliki anakan setiap harinya. Sekali bertelur, daphnia betina dapat menghasilkan 39 ekor anakan baru per harinya. Jenis daphnia tertentu, misalnya daphnia magna, dapat menghasilkan telur hingga 100 butir.

 

Loading...
Loading...