Mengenal Kutu Daun (Aphididae)

Pertanianku – Kutu daun dikenal juga sebagai kutu aphid. Pada umumnya, kutu ini menyerang daun dengan cara mengisap cairan tanaman lewat daun. Kutu daun yang dimaksud adalah spesies kutu aphis (Aphis gossypii), kutu daun persik atau tobaco aphids (Myzus persicae), dan thrips.

Mengenal Kutu Daun (Aphididae)

Serangan kutu daun biasanya terjadi pada awal musim kemarau, yaitu saat udara kering dan suhu tinggi. Bagian tanaman yang biasanya diserang adalah pucuk tanaman dan daun muda. Hama ini biasanya hidup menggerombol sehingga mampu menutupi bagian tanaman tersebut.

Loading...

Akibat dari serangan hama ini adalah daun akan mengerut serta pucuk akan mengering dan melingkar sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Selain itu, kutu daun tersebut suka mengeluarkan cairan yang manis seperti madu sehingga semut akan datang untuk menyerbu cairan yang manis tersebut. Bersamaan dengan ini akan datang sejenis jamur atau cendawan yang berwarna kehitam-hitaman yang sering disebut cendawan jelaga.

Pada serangan berat, tanaman akan tertutupi lapisan hitam berupa cendawan jelaga. Cendawan ini tentu akan menghalangi butiran hijau daun (klorofil) untuk mendapatkan sinar matahari. Akibatnya, proses fotosintesis pada tanaman akan terganggu. Bila hal ini dibiarkan tanaman akan mati.

Kutu daun tidak hanya sekadar kutu yang merusak tanaman cabai, melainkan juga sebagai serangga penyebar virus. Virus akan mudah menyebar karena kutu ini dapat terbang dan berpindah–pindah tempat dengan mudah. Selain itu, tubuhnya yang ringan akan mudah mengikuti arah angin. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika daya serang dan daya sebar kutu ini sangat cepat. Bila satu tanaman sudah terserang penyakit virus, penularannya terhadap tanaman cabai lainnya tidak akan membutuhkan waktu yang lama, meskipun jarak antartanaman cukup jauh. Untuk menghindari serangan tersebut, kita dapat melakukan penyemprotan pestisida (insektisida), baik racun perut maupun kontak, atau yang lainnya. Dosis insektisida harus mengikuti aturan pemakaian yang tertera pada label kemasaan. Waktu penyemprotannya harus memperhatikan siklus hidup kutu daun yang hanya memerlukan waktu enam hari untuk menjadi dewasa dan beranak. Jadi, selang waktu penyemprotan setiap tujuh hari sekali dapat dijadikan pertimbangan. Namun, bila serangan mengganas, selang waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan kurang dari tujuh hari.

Baca Juga:  Langkah Mudah Menanam Pare di Pekarangan

 

Sumber: Buku Bertanam Cabai di Lahan dan Pot

 

 

 

Loading...
Loading...