Mengenal Lebih Dekat dengan Kelelawar

Pertanianku – Kelelawar merupakan mamalia yang dapat terbang. Kebanyakan orang mengira kelelawar merupakan jenis burung. Tetapi pada kenyataannya kelelawar lebih erat kaitanya dengan mamalia, dibandingkan burung. Kelelawar juga tidak memiliki bulu seperti burung.

Mengenal Lebih Dekat dengan Kelelawar

Di dunia ini tercatat terdapat sekitar 900 spesies kelelawar. Kelelawar dapat ditemukan di seluruh dunia, terutama pada daerah-daerah yang beriklim tropis. Hewan ini menyukai tempat yang gelap untuk beristirahat, seperti gua, pohon berlubang atau loteng. Tetapi beberapa kelelawar istirahat di pohon atau batu.

Bulu-bulu yang ada pada kelelawar biasanya berwarna abu-abu, coklat, hitam atau tan. Ukuran kelelawar sendiri sangat bervariasi tergantung spesiesnya. Sayap mereka dapat berukuran hingga 15 cm sampai 1,5 meter pada saat terbuka lebar. Telinganya menunjuk ke depan dan juga besar.

Sayap kelelawar terdiri dari lapisan kulit telanjang yang tipis membentang dari lengan panjang sampai ke kaki. Kulit yang tipis ini juga menyatu dengan jari-jarinya. Hampir semua kelelawar beristirahat pada siang hari dan beraktifitas pada malam hari. Kelelawar saat tidur menggantung terbalik, kaki diatas dan kepalanya dibawah.

Kelelawar memakan serangga seperti nyamuk. Beberapa jenis kelelawar lainya memakan binatang-binatang kecil seperti burung, katak, tikus, dan ikan. Jenis kelelawar lain ada juga yang memakan buah atau serbuk sari dan nektar dari bunga. Kelelawar vampir dari Amerika Selatan dan Tengah memakan darah mamalia dan burung besar.

Ketika terbang kelelawar mengirimkan suara nyaring. Suara ini sangat tinggi hingga orang tidak bisa mendengarkanya. Suara tersebut akan memantul pada benda dan kembali ke kelelawar. Kelelawar dapat mengetahui jarak dan ukuran objek berdasarkan suara yang kembali pada mereka. Hal ini ia gunakan sebagai informasi untuk menghindari berbagai objek yang menghalangi saat mereka terbang dan juga untuk menemukan mangsa mereka, serangga pada saat malam hari.

Baca Juga:  Memahami Perilaku Alami Burung Puyuh