Mengenal Lebih Dekat Ikan Mandarin yang Cantik

Pertanianku Ikan mandarin (Synchiropus splendidus) memiliki corak warna pada tubuh yang sangat terlihat jelas sehingga membuat penampilannya terlihat cantik. Ukurannya terbilang kecil dan termasuk famili Dragonet.

ikan mandarin
foto: Pixabay

Ikan yang hidup di area terumbu karang ini juga bisa ditemukan di Indonesia. Ikan mandarin merupakan ikan hias yang tergolong langka. Ada banyak fakta menarik tentang si mungil yang cantik. Ikan ini terkenal pemalu jika bertemu atau melihat penyelam.

Nama mandarin diberikan pada ikan ini karena tubuhnya mirip dengan jubah Kaisar Tiongkok. Ukuran panjang tubuhnya hanya sekitar 6 cm. Bentuk tubuhnya terbilang unik, kepalanya mirip katak, sedangkan tubuhnya seperti ikan.

Ikan mandarin memangsa krustacea kecil dan hewan-hewan invertebrata lainnya. Ikan hias ini hidup bersembunyi di antara susunan terumbu karang yang memiliki banyak celah. Ikan akan pindah dari satu terumbu karang ke terumbu karang lainnya untuk mencari makan sambil menghindar dari serangan ikan yang lebih besar.

Biasanya, ikan cantik ini akan keluar mencari makan pada pagi dan malam hari. Sementara itu, pada siang hari ikan bersembunyi di dalam terumbu karang.

Proses perkawinan hanya dilakukan pada pagi dan sore hari. Akan tetapi, perkawinan lebih sering terjadi di sore hari. Perkawinan ikan cantik ini terbilang unik sehingga sering menjadi objek menarik bagi para pehobi foto bawah laut.

Awalnya, ikan betina dan jantan akan berkumpul di area terumbu karang. Proses perkawinan akan terjadi ketika keduanya bersatu dan berenang hingga 1 meter di atas terumbu karang. Betina akan melepas sel telur, sedangkan jantan melepas sperma. Setelah proses perkawinan selesai, ikan akan kembali ke dasar laut. Ikan jantan akan segera pergi mencari pasangan yang lain.

Baca Juga:  Alasan Belut Tangkapan Alam Masih Lebih Mendominasi

Ikan ini sering diburu sebagai ikan hias karena penampilannya yang cantik. Ikan pemalu ini sebetulnya tergolong pemilih makanan. Ikan hanya ingin memakan krustacea, protozoa, dan cacing kecil. Oleh karena itu, ikan perlu dilatih terlebih dahulu untuk memakan pakan komersial apabila ingin dipelihara di dalam akuarium.

Saat ini Balai Budidaya Air Laut, di Ambon, Maluku sudah mulai membudidayakannya. Budidaya tersebut bertujuan mencegah ikan mandarin punah karena overfishing yang tidak terkontrol.