Mengenal Lebih Dekat Pohon Pelahlar, Tanaman Endemik yang Hampir Punah

PertaniankuPohon pelahlar (Dipterocarpus littoralis) merupakan tanaman endemik di Pulau Nusakambangan bagian barat. Menurut para peneliti botani, tanaman ini sudah harus masuk kategori spesies prioritas A yang perlu dilindungi segera karena terancam punah. Meskipun tanaman ini berada di pulau yang identik dengan penjara terisolasi, keberadaan pelahlar tetap saja terancam karena banyak yang mencarinya.

pohon pelahlar
foto: Trubus

Berdasarkan hasil penelitian, pelahlar sudah diburu secara liar selama 50 tahun. Para pembalak liar diduga menggunakan kapak dan gergaji tanaman. Meski Nusakambangan terkenal dengan sistem penjagaannya yang ketat, ada ribuan titik akses ilegal sepanjang pantai yang terbuka. Itu sebabnya keberadaan pelahlar saat ini terancam punah.

Pada 2013, populasi pelahlar di Nusakambangan hanya 6 pohon per 100 hektare. Artinya, hanya ada sebatang pelahlar di lahan seluas 16,7 hektare atau 167.000 m2. Jumlah tersebut tergolong sedikit untuk habitat asli sebuah tanaman.

Kayu yang dihasilkan pelahlar tergolong kayu kelas kuat II dan kelas awet III. Apabila dibandingkan dengan meranti, kayu pelahlar sama-sama kuat dengan bobot dan keruing yang mencapai 0,71–0,77 g/cm3. Sementara itu, sekelas meranti merah yang sudah sangat populer hanya 0,53 g/cm3. Artinya, sel penyusun kayu pelahlar lebih padat dibanding meranti merah.  Tentu saja hal inilah yang menjadi daya tarik para pembalak liar yang tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Kayu pelahlar bisa digunakan sebagia kayu perkakas, bahan bangunan, mebel, hingga bahan baku perahu. Menurut tim eksplorasi ilmiah Nusakambangan, serat kayu pelahlar termasuk kelas serat panjang sehingga kekuatannya tinggi. Berbeda dengan kayu yang cepat tumbuh seperti sengon.

Selain kayu, bagian lain dari pohon pelahlar yang diminati banyak orang adalah getahnya. Getah tersebut bisa dimanfaatkan untuk industri cat, kosmetik, kertas, dan pewarna dalam industri keramik.

Baca Juga:  Untung Besar dari Pisang Batu Penghasil Daun Pembungkus

Keberadaan pelahlar juga semakin terancam dengan hadirnya spesies invasif yakni pohon langkap. Tanaman tersebut termasuk keluarga palem. Pohon langkap dapat membuat perolehan cahaya pohon pelahlar terhambat.

Sebenarnya, pelahlar tidak hanya berada di Nusakambangan, tanaman ini juga berada di Kebun Raya Bogor. Berdasarkan hasil penelitian, pembibitan dan penanaman pelahlar sebenarnya bisa dilakukan di luar Nusakambangan selama iklim daerah yang dipilih sesuai.