Mengenal Lebih Dekat Puyuh Tegalan Loreng

PertaniankuPuyuh tegalan loreng atau Turnix succiator termasuk burung puyuh berukuran kecil, panjang tubuhnya hanya sekitar 16 cm. Burung puyuh ini sering disebut dengan nama barred button quail.

puyuh tegalan loreng
foto: Pixabay

Puyuh berukuran kecil ini sering ditemukan di rerumputan dan habitat alam terbuka, baik saat sendiri maupun ketika berpasangan. Selain di Indonesia, puyuh tegalan loreng juga bisa Anda temui di beberapa negara, seperti India, Cina, Jepang, Asia Tenggara, dan Filipina.

Di Indonesia, puyuh tegalan loreng dapat Anda temui di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Di daerah Jawa dan Bali, umumnya, puyuh berada di daerah dengan ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut.

Di daerah Jawa, puyuh tegalan loreng dapat berkembang biak sepanjang tahun. Puncak kembang biak terjadi pada April hingga Juli. Induk puyuh mampu menghasilkan telur sebanyak 3—4 butir. Telur yang dihasilkan berwarna putih atau kuning pucat dengan bintik cokelat abu-abu dan hitam.

Induk akan meletakkan telur di sarang yang terbuat dari rerumputan. Induk jantan akan mengerami telur hingga telur menetas. Sementara itu, betina puyuh loreng terkenal gemar berpoliandri. Selain itu, induk betina tegalan loreng juga terbilang unik karena senang bertarung. Sayap puyuh betina memiliki panjang 72—85 milimeter, sedangkan sayap jantan mencapai 77—90 milimeter.

Makanan yang paling disukai oleh puyuh tegalan loreng adalah rumput-rumputan, biji-bijian, daun-daunan, serangga, dan tempayak.

Puyuh jantan selain memiliki sifat mengerami juga memiliki ciri khas berupa mahkota bebercak cokelat berwarna hitam. Pada bagian muka serta dagu berbintik putih dan bergaris hitam di bagian dada.

Sementara itu, puyuh betina tubuhnya berukuran lebih besar. Dagu dan kerongkongannya berwarna hitam. Mahkotanya berwarna kehitaman dan kepalanya berwarna abu-abu bebercak putih dan suaranya berbunyi kkkrrr.

Puyuh tegalan loreng jantan dan betina pada bagian tubuh atasnya memiliki bulu berbintik cokelat, sedangkan bagian bawahnya kuning cokelat. Paruh dan kakinya berwarna abu-abu.

Baca Juga:  Ciri-ciri Sapi Limousin Betina yang Bagus untuk Dikawinkan

Puyuh tegalan loreng jantan dapat diternakkan sebagai penghasil telur, pedaging, dan burung hias. Keunikan tegalan loreng terletak pada jumlah jari kakinya.