Mengenal Lebih Jauh Sawi Hijau

Pertanianku Sawi hijau (Brassica juncea) termasuk ke dalam famili Cruciferae merupakan tanaman semusim yang berdaun lonjong, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Batang tanaman sawi pendek, lebih langsing dari tanaman petsai.

sawi
Foto: Pertanianku

 

Tanaman ini mempunyai akar tunggang dengan banyak akar samping yang dangkal. Bunganya mirip petsai, tetapi rangkaian tandan lebih pendek. Ukuran kuntum bunganya lebih kecil dengan warna kuning pucat spesifik. Bijinya berukuran kecil dan berwarna hitam kecokelatan. Biji terdapat dalam kedua sisi dinding sekat polong yang gemuk.

Syarat tumbuh

Sawi dapat ditanam di dataran tinggi ataupun di dataran rendah (5—1.200 m dpl). Ketinggian tempat yang memberikan pertumbuhan optimal pada tanaman sawi adalah 100—500 m dpl. Namun, umumnya sawi diusahakan orang di dataran rendah, yakni di pekarangan, di ladang, atau di sawah, jarang diusahakan di daerah pegunungan.

Sawi termasuk tanaman sayuran yang tahan terhadap hujan sehingga dapat ditanam sepanjang tahun, asalkan pada saat musim kemarau disediakan air yang cukup untuk penyiraman. Keadaan tanah yang dikehendaki adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, dan drainase baik. Derajat keasaman (pH) tanah yang dibutuhkan sekitar 6—7.

Penanaman

Sawi dapat diperbanyak dengan biji. Biji yang akan digunakan sebagai bibit harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Biji sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian.

Tahapan penyemaian dan penanaman sawi sebagai berikut.

  1. Semai benih sawi pada wadah datar berisi media tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
  2. Jaga kelembapan wadah yang berisi media semai dengan melakukan penyiraman pada sore hari sehingga air siraman tidak menguap dan media tetap lembap.
  3. Pindahkan bibit semai ke pot permanen, setelah daun mulai bermunculan, kira-kira berjumlah empat helai. Media tanam yang digunakan sama dengan media penyemaian.
  4. Lakukan penyiraman secara intensif pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor berlubang halus agar tanaman yang baru dipindahkan tidak rusak.
  5. Lakukan penyulaman bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya terganggu. Lakukan hal ini dengan segera minimal seminggu setelah tanaman dipindah ke pot permanen agar diperoleh pertumbuhan yang serempak.
  6. Lakukan pemupukan, kira-kira 10 hari setelah dipindahtanamkan. Karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya, pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung nitrogen tinggi. Pupuk yang mengandung nitrogen tinggi adalah pupuk kotoran ayam dengan dosis 200 gram per pot atau pupuk kompos organik hasil fermentasi.
  7. Lakukan pemanenan setelah tanaman berumur sekitar 2 bulan. Pemanenan dapat dilakukan melalui dua cara. Pertama, mencabut seluruh tanaman dengan memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah. Kedua, ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Pemanenan dengan cara memetik daun satu per satu biasanya dilakukan untuk memelihara sawi agar bisa tahan lama.

 

Sumber: Buku 15 Sayuran Organik Dalam Pot