Mengenal Lempuyang, Obat Ajaib dari Alam


Pertanianku — Ada begitu banyak tanaman herbal yang ada di Indonesia termasuk salah satunya tanaman lempuyang. Apakah Anda sudah mengenal lempuyang? Tanaman ini mempunyai nama ilmiah Zingiber sp.

mengenal lempuyang
Foto: Google Image

Lempuyang  sudah cukup banyak dikenal sebagai apotek dari alam dan sering dijadikan sebagai bahan obat tradisional. Bahkan, salah satu jenis tanaman rimpang ini sudah populer sejak zaman dahulu yang biasa dijadikan minuman berkhasiat.

Di daerah Jawa, tanaman ini biasa disebut jamu puyang. Selain itu, banyak masyarakat yang menggunakan daunnya sebagai bahan masakan karena memiliki aroma yang wangi. Tanaman rempah ini mempunyai rhizome yang sangat bermanfaat untuk kecantikan dan kesehatan.

Lempuyang dapat tumbuh subur dan hidup liar di daerah tropis, dataran tinggi ataupun rendah. Rimpang berkhasiat ini biasanya ditanam di pekarangan atau kebun pedesaan bahkan kebanyakan tumbuh di hutan.

Cara lempuyang berkembang biak, yakni dengan potongan rimpangnya yang telah bertunas, dimana potongan tunas tersebut akan memperbanyak diri menggunakan biji sebagai medianya.

Tanaman terna tahunan ini memiliki tinggi hingga 1,75 meter. Batangnya merupakan batang semu dan terdiri atas helaian kelopak daun yang saling membungkus. Rimpang lempuyang berukuran besar dengan dagingnya berwarna kuning pucat.

Daunnya berbentuk mata lembing atau bulat memanjang dengan ujung meruncing dan pangkal mengecil. Bunganya muncul dari umbi batang dan berbonggol di bagian atas.

Rimpang lempuyang mengandung minyak atsiri berupa limonene, pinen, kamfer, sineol, dan zat zerumbon (zat antikejang). Selain itu, lempuyang juga mengandung flavonoid dan saponin.

Jumlah kandungan minyak atsiri pada lempuyang, yakni 0,62 persen, kadar air 9,39 persen, kandungan kadar pati 52,14 persen, kadar serat sebanyak 10,76 persen.

Selain dari beberapa kandungan yang terdapat pada tanaman lempuyang tersebut, ternyata lempuyang juga memiliki beberapa zat atau komposisi yang terkandung pada minyak atsirinya. Di antaranya A-kurkumen, bisabolen, zingiberen, kariofilen, seskuifelandren, zerumbon atau zat antikejang, limonen atau wangi alami yang bersifat karminatif, saponin, flavonoid kamfer, zat pedas gingerol, sogaol, zingeron, paradol, heksahidrokurkumin, dan dihidrogingerol.

Baca Juga:  Ibu Hamil Wajib Makan Buah Ini Karena Manfaatnya Luar Biasa