Mengenal Magot, Pakan Alternatif yang Unggul


Pertanianku — Selain lingkungan air yang memadai, ketersedaan pakan menjadi faktor penting dalam rangkaian budidaya perikanan. Tersedia berbagai jenis pakan yang bisa diberikan pembudidaya ikan, salah satunya pakan alternatif. Pada kesempatan kali ini, Pertanianku.com mengajak Anda untuk mengenal magot, yakni pakan alternatif unggul dalam ternak dan budidaya ikan.

mengenal magot
Foto : Google Image

Magot merupakan tahap larva dari serangga Hermetia illucens atau lebih dikenal dengan istilah black soldier fly (BSF). Sebelum nama magot diperkenalkan, masyarakat menyebut larva serangga itu “belatung” atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah maggot.

Namun demikian, terkait dengan persepsi terhadap belatung cenderung negatif, maka dibedakan antara larva BSF dengan larva housefly (lalat rumah). Secara fungsional, kedua larva ini memiliki peran yang jauh berbeda. Belatung berperan sebagai vektor penyakit, sedangkan magot memiliki peran sebagai agen perombak organik dalam waktu yang relatif singkat sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Pada habitat aslinya, ikan memanfaatkan serangga sebagai sumber makanan. Secara alami, ikan menyukai dan memakan serangga, termasuk salah satunya adalah magot. Adapun jika dibandingkan dengan tepung ikan, tentu ketersediaan tepung magot belum mencukupi kebutuhan sektor perikanan budidaya atau peternakan saat ini.

Namun, apabila mengacu pada kondisi stok ikan di alam yang mengalami penurunan, harga bahan bakar yang cenderung naik, serta jumlah penduduk yang mengonsumsi ikan secara langsung juga semakin bertambah, kondisi ini tentu akan menjadikan tepung ikan semakin mahal dan semakin sulit didapatkan.

Pada posisi ini, kehadiran magot diharapkan menjadi solusi permasalahan tepung ikan di samping masalah lingkungan atau sampah organik. Sementara itu, kelebihan penggunaan magot sebagai pakan alternatif ikan dan ternak antara lain:

  1. Mereduksi jumlah sampah organik
  2. Dapat hidup dalam rentang pH yang cukup luas.
  3. Tidak berperan sebagai agen penyakit.
  4. Kandungan proteinnya cukup tinggi (40%—50%).
  5. Masa hidup cukup lama (sekitar 4 minggu).
  6. Proses produksinya tidak memerlukan teknologi tinggi sehingga sangat cocok diterapkan di daerah sentra perikanan untuk menekan biaya produksi.
Baca Juga:  4 Daun Terbaik Sebagai Pakan Alami Kambing

Ingin tahu informasi lebih lanjut, baca Magot: Pakan Ikan Tinggi Protein & Biomesin Pengolah Sampah Organik terbitan Penebar Swadaya.