Mengenal Musang Binturong


Pertanianku – Binturong atau Binturung memiliki bahasa Latin Arctictis binturong merupakan sejenis musang bertubuh besar. Sekilas hewan ini mirip beruang dan memiliki ekor seperti anjing. Namun, saat ini binturong mulai diminati masyarkat sebagai hewan peliharaan.

Mengenal Musang Binturong

Hewan ini disebut bearcat dalam bahasa inggris, karena binturong adalah hewan jenis karnivora berbulu hitam lebat, serta berkumis lebat dan panjang seperti kucing. Sedangkan di Cina hewan ini disebut Xiong-Li. Binturong memiliki rambut panjang dan kasar yang berwarna hitam seluruhnya atau kecoklatan, dengan taburan uban keputih-putihan atau kemerahan. Pada masing-masing ujung telinga terdapat seberkas rambut yang memanjang.

Binturong memiliki ekor yang berambut lebat dan panjang. Ekor ini dapat digunakan untuk berpegangan pada dahan sebagai ‘kaki kelima’. Yang unik, Binturung betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu, suatu organ khas yang langka ditemui pada makhluk lainnya.

Binturong memiliki tubuh yang berukuran besar dan ekor yang besar dan panjang. Panjang tubuh Binturong antara 60–95 cm, sedangkan panjang ekornya antara 50–90 cm. Berat binturong berkisar antara 6–14 kg, bahkan bisa mencapai 20 kg. Hewan ini sangat pandai memanjat dan melompat dari dahan ke dahan, binatang sejenis musang ini biasanya bergerak tanpa tergesa-gesa di atas pohon. Ekornya digunakan untuk keseimbangan, atau terkadang berpegangan manakala sedang meraih makanannya di ujung rerantingan.

Cakarnya berkuku tajam dan melengkung, memungkinkannya untuk mencengkeram pepagan dengan kuat. Kaki belakangnya dapat diputar ke belakang untuk memegang batang pohon, sehingga binturung dapat turun dengan cepat dengan kepala lebih dulu. Seperti umumnya Musang, Binturong mengeluarkan semacam bau dari kelenjar di bawah pangkal ekornya. Bau ini digunakan untuk menandai wilayah kekuasaannya. Hewan betina melahirkan 2–6 anak, setelah mengandung selama kurang lebih 91 hari.

Baca Juga:  Trik Paling Mudah Membedakan Jenis Kelamin Burung Merpati

Binatang ini oleh pemerintah Indonesia termasuk salah satu satwa yang dilindungi. Berkurangnya populasi binturong disebabkan oleh perburuan dan hancurnya hutan sebagai akibat penggundulan hutan dan kebakaran hutan. Binturung diburu untuk diambil kulitnya yang berbulu tebal, dan untuk dimanfaatkan bagian-bagian tubuhnya sebagai bahan obat tradisional.