Mengenal Pakan Hijauan Untuk Kelinci

Pertanianku – Hijauan merupakan pakan pokok kelinci yang lazim diberikan oleh peternak secara tradisional. Pakan hijauan yang diberikan antara lain rumput lapangan (seperti legetan), limbah sayuran (sawi, wortel, lobak, caisim, dan daun singkong), daun kacang tanah, daun dan batang jagung, daun pepaya, dan daun talas. Meskipun ketersediaan banyak, tetapi kangkung dan kubis (kol) sebaiknya dihindari karena kadar airnya terlalu tinggi dan mengakibatkan produksi urin berlebih dan baunya tajam.

Pakan Hijauan Kelinci

Kandungan air pada daun kangkung 90—91%, sedangkan pada bagian batang 94—97% (batang). Sementara itu, kandungan air pada kubis berkisar 90—95%. Berdasarkan pengalaman peternak di Yogyakarta, jenis hijauan yang paling baik untuk kelinci adalah rumput timothy. Rumput ini merupakan jenis rumput lapangan yang pada bagian atasnya terdapat “ekor kucing”.

Kandungan lemak dalam rumput timothy relatif rendah (<1%) sehingga tidak menimbulkan masalah pencernaan pada kelinci. Ilalang atau rumput kalanjana sebaiknya tidak digunakan sebagai pakan kelinci kecil karena serat daunya tajam dan bisa melukai lambung anak kelinci. Jika menggunakan rumput lapangan, sebaiknya tempat tumbuhnya rumput diperhatikan. Jangan mengambil rumput yang tumbuh di sekitar tumpukan sampah karena biasanya mikrobia patogen, cacing, dan kotoran-kotoran atau residu kimia yang berasal dari sampah menempel pada rumput tersebut. Akibatnya, rumput tersebut justru akan mengganggu kesehatan apabila dikonsumsi kelinci. Sebaiknya, rumput diambil dari daerah yang berada di dekat areal persawahan karena kandungan nutrisinya relatif tinggi.

Pengambilan rumput sebaiknya tidak dilakukan di pagi hari (sebelum pukul 11.00) karena masih banyak embunnya. Rumput yang masih berembun sebaiknya dilayukan terlebih dahulu atau Hijauan. Bisa berupa rumput lapangan dikeringkan karena kurang baik apabila diberikan langsung pada kelinci. Apabila rumput yang berembun tetap diberikan, kelinci akan mudah kembung dan terserang diare. Rumput yang tumbuh di sekitar tanaman hias juga sebaiknya tidak digunakan untuk pakan kelinci. Hal ini karena biasanya tanaman hias disemprot dengan obat-obatan. Obat-obatan yang menempel pada rumput akan berbahaya jika dikonsumsi oleh kelinci. Hijauan sebaiknya tidak diberikan dalam bentuk segar, tetapi telah dilayukan terlebih dulu untuk mengurangi kadar airnya. Selain untuk mempertinggi kadar serat kasar, pelayuan juga bertujuan untuk menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau diare.

Baca Juga:  Kenal Lebih Jauh dengan Cucakrawa Asal Medan

Selain diberikan dalam bentuk segar (pelayuan), hijauan juga bisa diberikan dalam bentuk hay, yaitu rumput awetan yang dipanen menjelang berbunga. Bahan untuk hay antara lain alfalfa, rumput timothy, rumput gajah, pucuk tebu, atau rumput lapangan. Pengeringan rumput sebaiknya dilakukan secara bertahap sehingga kandungan nutrisinya tidak rusak. Proses pengeringan atau pelayuan bertujuan untuk mengurangi kadar airnya. Dengan pelayuan, kadar air menurun sehingga secara relatif akan meningkatkan kadar bahan kering termasuk serat kasar dan nutrien lain, seperti protein dan mineral. Selain itu, pengeringan juga mampu menghilangkan racun yang dapat menyebabkan diare atau kejang-kejang, bahkan kematian bila tidak sempat tertolong.

 

Sumber: Buku Kelinci Potong

 


loading...